Kecantikan Mandalika Buat Presiden Speechless

Selasa, 24 Oktober 2017 | 08:16 WIB
HA
B
Penulis: Heru Andriyanto | Editor: B1
Pantai Mandalika, Nusa Tenggara Barat.
Pantai Mandalika, Nusa Tenggara Barat. (Beritasatu TV)

Jakarta - Sejak era Soeharto, wacana membangun kawasan ekonomi khusus (KEK) di Pantai Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, sudah dilontarkan namun baru 29 tahun kemudian lokasi tersebut resmi berdiri dan siap menampung para investor dan pelaku industri, khususnya sektor pariwisata.

Peresmian KEK Mandalika dilakukan pada 20 Oktober 2017 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), tepat pada tiga tahun masa jabatannya.

Presiden menyebutkan betapa sayangnya kalau keindahan Mandalika dibiarkan tanpa manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat dan industri pariwisata nasional.

"Kita memiliki keindahan pantai yang luar biasa. Betul-betul kecantikan di Mandalika itu ... saya nggak bisa ngomong," kata Jokowi saat ditemui Pemimpin Redaksi Beritasatu News Channel Claudius Boekan di sela acara peresmian KEK Mandalika.

Petikan wawancara tersebut ditayangkan Senin (23/10) malam.

Presiden berkisah 2,5 tahun silam berkunjung ke Mandalika untuk mencari tahu langsung apa yang menyebabkan proyek ini terhenti selama puluhan tahun, bahkan meskipun sudah dicanangkan kembali oleh pendahulunya, Susilo Bambang Yudhoyono, pada 2011.

"Saat saya ke sini 2,5 tahun yang lalu saya ngerti ini ada hal yang memang harus diselesaikan segera, karena sebetulnya investor banyak yang tertarik. Tetapi kalau pembebasan lahan jadi masalah, siapa yang mau melirik?" kata Presiden.

"Saya cek satu per satu (masalahnya) dan ketemu. Ternyata ada lebih dari 100 hektare memerlukan payung hukum dalam membayar lahannya."

Setelah memahami duduk persoalan, Jokowi segera menerbitkan instruksi presiden tentang pembebasan lahan sehingga proyek dapat dilanjutkan.

Investasi Sudah Masuk
Presiden juga mengklaim bahwa KEK Mandalika sudah mendapatkan komitmen investasi besar, namun tidak menyebutkan angka.

"Investasi sudah masuk. Ada delapan hotel yang dalam proses pembangunan, dan dalam proses MoU juga kurang lebih ada 13 lagi," papar Presiden.

"Kita harapkan dengan semakin banyaknya investasi yang masuk, yang pertama akan menyerap tenaga kerja. Diperkirakan 58.000, dibutuhkan tenaga kerja di sini."

"Kemudian juga memberikan dampak kepada masyarakat. Masyarakat bisa bikin warung makan, restoran, homestay, bisa berjualan handicraft, cendera mata."

Presiden menambahkan bahwa sektor pariwisata menjadi perhatian besar pemerintah karena bisa membawa manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat secara luas.

Di samping itu, pendapatan devisa negara dari sektor ini potensinya sangat besar dan diperkirakan pada 2020 nanti sudah bisa mengalahkan nilai ekspor minyak sawit (CPO), kata Presiden.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon