PD Dharma Jaya Dapat PSO agar Bisa Pasok Daging Murah
Kamis, 23 November 2017 | 15:53 WIB
Jakarta – Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno menggelar rapat terbatas (ratas) dengan beberapa pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Balai Kota DKI, Kamis (23/11) pasca-dihentikannya penyertaan modal daerah (PMD). Salah satu hasilnya memastikan dana public service obligation (PSO) pada PD Dharma Jaya agar distribusi daging murah untuk warga tidak mampu dan peserta Kartu Jakarta Pintar (KJP) tidak berhenti.
Sesuai pertemuan, Sandiaga mengatakan dalam ratas telah dibahas kesiapan Pemprov DKI menjaga harga daging sapi agar tidak fluktuatif menjelang Natal dan Tahun Baru. "Juga membahas program memberikan subsidi daging untuk masyarakat tidak mampu, masyarakat yang termarjinalkan, masyarakat yang ada di lapisan terbawah. Agar mereka tidak terganggu. Alhamdulillah tercapai kesepakatan," kata Sandiaga di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (23/11).
Dalam pertemuan tersebut hadir Direktur Utama (Dirut) PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan; Dirut PD Dharma Jaya Marina Ratna Dwi Kusumajati; Dirut PD Pasar Jaya Arief Nasruddin; Dirut Bank DKI Kresno Sediarsi; Asisten Perekonomian Franky Mangatas Panjaitan, Kepala Biro Perekonomian Sri Haryati; Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian, Darjamuni dan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Michael Rolandi C Brata.
PD Dharma Jaya menyatakan siap menjalankan tugas pokok dan fungsinya tanpa ada tambahan PMD, asalkan diberikan uang muka (down payment/DP) yang ada di Badan Pengelola Keuangann Daerah (BPKD) DKI. Adapun BPKD DKI telah siap memberikan DP untuk membeli kebutuhan daging sapi kepada PD Dharma Jaya selama 1,5 bulan di tahun 2017.
"Tadi sudah sepakat dan sudah berpelukan. Semua sudah happy. Saya terima kasih pada media dan Komisi C yang mengangkat ini. Alhamdulillah hari ini tercapai sebuah kesepakatan," ujarnya.
Sebelumnya, Dirut PD Dharma Jaya Marina Ratna Dwi Kusumajati menyatakan kekhawatirannya terhadap penghapusan dana PMD terhadap perusahaan sebesar Rp 39 miliar dalam RAPBD DKI 2018. Pasalnya, PMD tersebut sebagian besar digunakan untuk DP pembelian daging bersubsidi bagi warga Jakarta yang tidak mampu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




