Bus Wisata Terguling, 7 Tewas
Senin, 7 Mei 2012 | 01:53 WIB
Bus wisata yang membawa rombongan warga Candilontar, Kecamatan Lontar, Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (6/5) siang terguling di Pasuruan.
Akibatnya tujuh orang tewas dan puluhan penumpang lainnya luka-luka.
Ketujuh penumpang yang meninggal dunia adalah, Imam Zuhdi, 61; Suwarni, 56; Dani, 30; yang masih satu keluarga. Korban lainnya Utami, 40, dan putrinya Salva Putri Maharani, 5; Ramining, 56; Pitoyo, 40. Semuanya warga perumahan Candilontar, Kecamatan Candikerep, Kota Surabaya.
Kecelakaan itu terjadi di Desa Ngembal, Kecamatan Tutur (Nongkojajar), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Korban luka dan yang tewas dilarikan ke Puskesmas Purwosari, dan rumah sakit Ganesha Purwosari. Sementara korban yang selamat dibantu warga sekitar dibawa ke sebuah mushola.
Sedangkan sopir bus Slamet Sutrisno, warga Kedungrejo, Sidoarjo, dan kernet bus Surip, 38, yang selamat ditahan di Mapolres Pasuruan untuk dimintai keterangan.
Polisi masih menyelidiki di lokasi kejadian, serta meminta keterangan sejumlah penumpang yang selamat.
Adapun bus pariwisata milik PO Mutiara Indah Murni, Sidoarjo bernomor poisi B 7076 PV mengangkut sekitar 60 orang warga RT 03/RW 07, Perumahan Candilontar, Kelurahan/Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya.
Sasongko, 51, salah seorang penumpang selamat menuturkan, kecelakaan diduga kondisi bus kurang laik jalan. Peristiwa terjadi saat rombongan usai mengunjungi wisata Agro Bhakti Alam di Desa Ngembal, Kecamatan Tutur.
Namun saat akan melanjutkan perjalanan menuju ke Pemandian Sengkaling, Malang, yang baru sekitar dua kilometer, bus terguling.
Sebelum kejadian, sejumlah penumpang sebenarnya sempat mencium bau seperti kampas rem terbakar saat posisi bus menurun. Meski demikian laju bus terasa semakin liar dan pengemudi juga sempat mencoba membanting kemudi ke kiri untuk menghindari sebuah motor di depannya.
Namun upaya tersebut ternyata membawa petaka, roda bus yang oleng itu terganjal sebuah batu besar dan bodi bus menabrak pohon di pinggir jalan hingga terguling ke bahu jalan sebelah kanan.
Hampir seluruh badan bus yang terguling tersebut rusak parah, dan menutup jalan raya hingga mengganggu arus lalu lintas.
Sasangko mengatakan, kondisi kendaraan yang tidak laik jalan diduga menjadi penyebab bus terguling. Pasalnya, sebelumnya bus sempat mogok setelah radiator dan rem bus mengalami masalah di wilayah Purwosari, saat menuju lokasi wisata.
Sehingga sebelum sampai di lokasi tujuan dan baru menaiki tanjakan, radiator bus bocor dan diatasi oleh pengemudi dengan hanya menambal radiator dengan sabun.
"Bocornya radiator ini tanda bus tidak beres," kata Sasongko.
Hal sama diakui sopir bus Slamet Sutrisno. Ia mengaku, dirinya saat itu sempat panik tidak bisa mengendalikan kemudi setelah mengetahui rem bus yang dikemudikannya blong, dan rem tangan juga tidak berfungsi.
"Ketika bus mulai oleng saya panik, sedangkan para penumpang histeris, semenatara rem tangan juga tidak berfungsi," ujar Slamet.
Akibat kecelakaan itu lima orang tewas di lokasi, sedangkan dua orang lainnya tidak dapat diselamatkan meski telah dilarikan ke rumah sakit.
Selain korban tewas, puluhan korban lainnya mengalami luka-luka dan diarawat di Puskesmas Purwosari, dan rumah sakit Ganesha Purwosari.
Akibatnya tujuh orang tewas dan puluhan penumpang lainnya luka-luka.
Ketujuh penumpang yang meninggal dunia adalah, Imam Zuhdi, 61; Suwarni, 56; Dani, 30; yang masih satu keluarga. Korban lainnya Utami, 40, dan putrinya Salva Putri Maharani, 5; Ramining, 56; Pitoyo, 40. Semuanya warga perumahan Candilontar, Kecamatan Candikerep, Kota Surabaya.
Kecelakaan itu terjadi di Desa Ngembal, Kecamatan Tutur (Nongkojajar), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Korban luka dan yang tewas dilarikan ke Puskesmas Purwosari, dan rumah sakit Ganesha Purwosari. Sementara korban yang selamat dibantu warga sekitar dibawa ke sebuah mushola.
Sedangkan sopir bus Slamet Sutrisno, warga Kedungrejo, Sidoarjo, dan kernet bus Surip, 38, yang selamat ditahan di Mapolres Pasuruan untuk dimintai keterangan.
Polisi masih menyelidiki di lokasi kejadian, serta meminta keterangan sejumlah penumpang yang selamat.
Adapun bus pariwisata milik PO Mutiara Indah Murni, Sidoarjo bernomor poisi B 7076 PV mengangkut sekitar 60 orang warga RT 03/RW 07, Perumahan Candilontar, Kelurahan/Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya.
Sasongko, 51, salah seorang penumpang selamat menuturkan, kecelakaan diduga kondisi bus kurang laik jalan. Peristiwa terjadi saat rombongan usai mengunjungi wisata Agro Bhakti Alam di Desa Ngembal, Kecamatan Tutur.
Namun saat akan melanjutkan perjalanan menuju ke Pemandian Sengkaling, Malang, yang baru sekitar dua kilometer, bus terguling.
Sebelum kejadian, sejumlah penumpang sebenarnya sempat mencium bau seperti kampas rem terbakar saat posisi bus menurun. Meski demikian laju bus terasa semakin liar dan pengemudi juga sempat mencoba membanting kemudi ke kiri untuk menghindari sebuah motor di depannya.
Namun upaya tersebut ternyata membawa petaka, roda bus yang oleng itu terganjal sebuah batu besar dan bodi bus menabrak pohon di pinggir jalan hingga terguling ke bahu jalan sebelah kanan.
Hampir seluruh badan bus yang terguling tersebut rusak parah, dan menutup jalan raya hingga mengganggu arus lalu lintas.
Sasangko mengatakan, kondisi kendaraan yang tidak laik jalan diduga menjadi penyebab bus terguling. Pasalnya, sebelumnya bus sempat mogok setelah radiator dan rem bus mengalami masalah di wilayah Purwosari, saat menuju lokasi wisata.
Sehingga sebelum sampai di lokasi tujuan dan baru menaiki tanjakan, radiator bus bocor dan diatasi oleh pengemudi dengan hanya menambal radiator dengan sabun.
"Bocornya radiator ini tanda bus tidak beres," kata Sasongko.
Hal sama diakui sopir bus Slamet Sutrisno. Ia mengaku, dirinya saat itu sempat panik tidak bisa mengendalikan kemudi setelah mengetahui rem bus yang dikemudikannya blong, dan rem tangan juga tidak berfungsi.
"Ketika bus mulai oleng saya panik, sedangkan para penumpang histeris, semenatara rem tangan juga tidak berfungsi," ujar Slamet.
Akibat kecelakaan itu lima orang tewas di lokasi, sedangkan dua orang lainnya tidak dapat diselamatkan meski telah dilarikan ke rumah sakit.
Selain korban tewas, puluhan korban lainnya mengalami luka-luka dan diarawat di Puskesmas Purwosari, dan rumah sakit Ganesha Purwosari.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




