IMI: 2-3 Tahun Lagi, Indonesia Gelar F1
Jumat, 11 Mei 2012 | 16:21 WIB
Perlu dukungan dari semua pihak terutama untuk mensponsori ajang yang dapat meningkatkan citra Indonesia di mata dunia.
Ikatan Motor Indonesia (IMI) berambisi untuk menggelar balapan Formula 1 (F1) di Tanah Air pada dua atau tiga tahun ke depan.
"Kami sangat tertantang untuk menghelat balapan mobil bergengsi kelas dunia itu di Indonesia. Kami targetkan dalam dua atau tiga tahun mendatang," kata Ketua Umum IMI Komisaris Jenderal Polisi Nanan Soekarna.
Pernyataan Nanan disampaikan seusai penandatangan kerja sama antara Ferrari Owners Club Indonesia dengan Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia di Jimbaran, Bali, hari ini.
Dia mengatakan, untuk mewujudkan keinginan tersebut tengah dirancang dua alternatif arena balapan, yakni di jalan raya atau membuat sirkuit yang sesuai standar internasional.
Jika dipilih arena balapan di Jalan Raya seperti di Monaco, maka daerah yang cukup layak digunakan adalah Jakarta atau Bali.
"Begitu juga dengan pilihan kedua, rencananya akan dibangun sirkuit sesuai standar di wilayah Jawa Barat atau Pulau Dewata," ujarnya.
Menurut Nanan, akan tetapi jika membangun sirkuit baru memerlukan waktu yang cukup lama dengan dana besar, sehingga kemungkinan pilihan pertama yang dapat dilaksanakan.
Untuk mewujudkan hal itu, perlu dukungan dari semua pihak terutama untuk mensponsori ajang yang dapat meningkatkan citra Indonesia di mata dunia.
"Saat ini kami juga tengah mempersiapkan hal tersebut dengan langkah awal mendorong para pembalap dari Tanah Air untuk meningkatkan kemampuan sehingga dapat naik ke kelas F1. Sebab saat ini ada beberapa yang sudah bertarung di F2," katanya.
Ikatan Motor Indonesia (IMI) berambisi untuk menggelar balapan Formula 1 (F1) di Tanah Air pada dua atau tiga tahun ke depan.
"Kami sangat tertantang untuk menghelat balapan mobil bergengsi kelas dunia itu di Indonesia. Kami targetkan dalam dua atau tiga tahun mendatang," kata Ketua Umum IMI Komisaris Jenderal Polisi Nanan Soekarna.
Pernyataan Nanan disampaikan seusai penandatangan kerja sama antara Ferrari Owners Club Indonesia dengan Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia di Jimbaran, Bali, hari ini.
Dia mengatakan, untuk mewujudkan keinginan tersebut tengah dirancang dua alternatif arena balapan, yakni di jalan raya atau membuat sirkuit yang sesuai standar internasional.
Jika dipilih arena balapan di Jalan Raya seperti di Monaco, maka daerah yang cukup layak digunakan adalah Jakarta atau Bali.
"Begitu juga dengan pilihan kedua, rencananya akan dibangun sirkuit sesuai standar di wilayah Jawa Barat atau Pulau Dewata," ujarnya.
Menurut Nanan, akan tetapi jika membangun sirkuit baru memerlukan waktu yang cukup lama dengan dana besar, sehingga kemungkinan pilihan pertama yang dapat dilaksanakan.
Untuk mewujudkan hal itu, perlu dukungan dari semua pihak terutama untuk mensponsori ajang yang dapat meningkatkan citra Indonesia di mata dunia.
"Saat ini kami juga tengah mempersiapkan hal tersebut dengan langkah awal mendorong para pembalap dari Tanah Air untuk meningkatkan kemampuan sehingga dapat naik ke kelas F1. Sebab saat ini ada beberapa yang sudah bertarung di F2," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




