Kebakaran Hutan di Sumatera, Asian Games Terancam?
Jumat, 23 Februari 2018 | 01:39 WIB
Palembang – Pesta olahraga Asian Games yang akan digelar pada 18 Agustus – 2 September, bakal terancam jika penanganan kebakaran hutan dan perkebunan berjalan lamban.
Lokasi acara ini berlangsung di dua tempat, yaitu di Jakarta dan Palembang, Sumatera Selatan, yang termasuk bermasalah dengan asap kebakaran hutan. Daerah lainnya yang berada dalam siaga bencana adalah Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
Dilaporkan bahwa kebakaran, jika tidak ditangani lebih awal maka menyebar dan menjadi sulit dikendalikan.
"Dengan peringatan bencana, kita akan berkoordinasi dengan militer, polisi, pemerintah daerah untuk pertolongan. Saya pasti melapor ke markas agar mengirim helikopter dan pesawat terbang untuk menyemai awan," kata Edwar Sanger, Kepala Badan Manajemen Bencana Riau, Rabu (21/2).
Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan status siaga itu berarti pemerintah pusat dapat segera melakukan intervensi untuk mengatasi kebakaran tersebut. "Termasuk mengerahkan tentara dan menyediakan logistik dan dana," katanya.
Pada Kamis (22/2), disebutkan ada 15 titik panas, dua di antaranya Sumatera. Sembilan di Kalimantan dan empat sisanya di pulau Jawa. Angka tersebut menunjukkan penurunan tajam dari hari sebelumnya ketika 78 titik panas tercatat di seluruh Indonesia.
Titik panas pada Rabu (21/2) berada di provinsi Riau - yang dekat dengan Singapura - terletak di Indragiri Hilir, Bengkalis dan Pelalawan. Lebih dari 500ha hutan terbakar dan beberapa warga terpapar kabut.
Patrick Tampubolon, petugas informasi di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II di ibukota provinsi tersebut, mengatakan jarak pandang tercatat pada jarak 10km pada 1pm, masih jauh di atas jarak yang diperlukan untuk pesawat terbang lepas landas.
"Sebenarnya, Selasa pagi, turun hujan sebentar, dan malamnya hujan lagi dan lebih lama," kata Patrick kepada The Straits Times melalui telepon. "Dalam seminggu terakhir, tiga hari antaranya terjadi hujan."
Lahan gambut di provinsi Riau adalah yang paling luas di Sumatera, terhitung lebih dari 50 persen dari total di pulau ini. Lahan gambut yang rapuh dan mudah terbakar merupakan sumber utama kebakaran tahunan yang merusak kawasan ini dalam dua dekade terakhir.
Pada 2015, kebakaran yang terjadi di sini telah mengirim asap ke Malaysia dan Singapura. Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura (NEA), Rabu (21/2) mengatakan kali ini kecil kemungkinan asap kebakaran itu masuk Singapura.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




