Persema Masih Bingung Cari Panpel Pertandingan

Selasa, 15 Mei 2012 | 12:10 WIB
AA
B
Penulis: Antara/ Arsito | Editor: B1
Para pemain Persema Malang tengah melakukan latihan.
Para pemain Persema Malang tengah melakukan latihan. (Antara)
Tugas panpel sejauh ini sudah dirangkap oleh Sekretaris Tim dalam beberapa pertandingan sejak April lalu.

Tim Persema hingga saat ini tanpa didampingi oleh panitia pelaksana (panpel) pertandingan definitif, sejak mundurnya Sapto P Santoso dan anggotanya menjelang laga menjamu Persebaya, April lalu.

CEO Persema, Didied Poernawan Affandy, Selasa (15/5), mengemukakan bahwa untuk sementara ini, Ketua Panpel memang masih dipercayakan kepada Sekretaris Tim, Eka Ananta Sidharta. "Sampai sekarang, manajemen memang masih belum menunjuk Ketua Panpel definitif menggantikan Sapto P Santoso yang mengundurkan diri bersama 30 orang anggotanya. Secepatnya kami akan memutuskan Ketua Panpel definitif," katanya.

Pada awalnya, Eka ditunjuk untuk menangani laga menjamu Persebaya saja. Namun, karena manajemen masih belum menemukan Ketua Panpel yang cocok, Eka juga menangani beberapa laga kandang Persema, termasuk ketika menjamu Semen Padang, Senin (14/5) kemarin.

Sejatinya, Eka sendiri tidak keberatan mengemban dua jabatan, sebagai Sekretaris Tim dan Ketua Panpel. Apalagi keduanya juga tetap berjalan lancar. "Tapi, kalau ada panpel tersendiri, kan pekerjaan bisa lebih fokus dan hasilnya bisa lebih maksimal," kata Eka pula.

Oleh karena itu, lanjut Eka, dirinya berharap agar manajemen segera menetapkan Ketua Panpel definitif, sehingga dirinya bisa lebih berkonsentrasi menjalankan tugas utamanya sebagai Sekretaris Tim.

Untuk diketahui, mundurnya Sapto P Santoso sebagai Ketua Panpel Persema yang diikuti oleh 30 orang anggotanya, dipicu oleh belum digajinya mereka selama empat bulan oleh manajemen. Di luar itu bahkan, bonus kemenangan tim yang menjadi hak pemain Persema pun, sampai saat ini juga belum dibayarkan manajemen.

Manajemen Persema sendiri beralasan jika kondisi keuangan konsorsium sedang "kembang-kempis", sehingga hak-hak pemain maupun panpel menjadi terlambat dibayarkan. Bahkan, biaya operasional tim juga diakui masih tersendat, meski tidak separah bulan-bulan sebelumnya. Beberapa klub di bawah naungan konsorsium LPI, saat ini memang dalam kondisi krisis keuangan, dengan gaji Maret untuk pemain juga baru dibayarkan sebesar 20 persen pada awal Mei lalu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon