Ini Alasan Arteria Dahlan Memaki Kemag
Jumat, 30 Maret 2018 | 03:52 WIB
Jakarta – Umpatan anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan -- yang mengucapkan kata b*****t saat rapat kerja bersama Jaksa Agung -- menjadi perhatian luas. Penyataan itu dia sampaikan saat membahas kasus First Travel, Rabu (29/3).
Arteria mengaku pernyataan kerasnya yang ditujukan untuk Kementerian Agama (Kemag) itu untuk mendorong kejaksaan tidak hanya menginventarisasi aset First Travel, tetapi juga melacaknya. Menurut Arteria, ribuan orang menjadi korban First Travel dan itu membuatnya geram.
Arteria menyampaikan hal itu karena pernah duduk sebagai anggota Komisi VIII DPR. Menurut dia, kekacauan yang ditimbulkan First Travel disebabkan kelalaian Kementerian Agama.
"Korban First Travel datang ke saya, mereka mengadu ke kemenag, ke penegak hukum, namun berakhir dengan jawaban itulah akibatnya kalau pakai jasa travel harga murah. Saya tidak terima jawaban seperti ini," ujar politisi muda PDI Perjuangan ini, Kamis (29/3).
Berdasarkan fakta persidangan, ada 63.310 calon jemaah umrah jadi korban First Travel. Mereka sudah melunasi pembayaran tetapi tidak diberangkatkan umrah, total kerugiannya mencapai Rp 905,3 miliar pada 2015-2017.
"Saya geram dengan aksi penipuan ini. Saya kasihan lihat umat yang telantar. Bisa kalian bayangkan berapa banyak dari mereka yang bertahun-tahun mengumpulkan uang karena rindu menginjakkan kaki di rumah Allah, melihat Ka'bah? Itu yang saya bela. Substansi kegeraman saya di sana," ungkap politisi yang akrab dipanggil Teri ini.
Dalam surat dakwaan, bos First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan, kerap menggunakan uang calon jemaah umrah untuk keperluan pribadinya dan melancong ke luar negeri.
"Dalam iman saya dikenal watawa saubil haq, watawa saubil sabr, saling mengingatkan dalam kebaikan dan saling mengingatkan dalam kesabaran, agar kita semua lebih baik lagi ke depan, bukan untuk permusuhan. Saya selalu berusaha untuk bersikap bijak dan santun, tapi mohon juga dipahami hal tersebut akan sulit dilakukan apabila jerit tangis rakyat masih tidak terselesaikan," tutup Teri.
Selain kasus First Travel, polisi juga menyidik biro travel Abu Tours dengan dugaan penggelapan senilai Rp 1,8 triliun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




