Efisiensi Penggunaan B20 Dinilai Belum Signifikan
Senin, 30 Juli 2018 | 19:10 WIB
Jakarta - Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi mengatakan, efisiensi sebagai dampak dari penggunaan bahan bakar biodiesel campuran antara minyak solar dan 20 persen minyak sawit (B20) belum signifikan.
"Sampai saat ini penggunaan bahan bakar B20 telah dilaksanakan oleh truk dan bus, sejauh ini dampaknya tidak terlalu signifikan untuk operasional," kata Yohannes ditemui usai rapat koordinasi biodiesel di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (30/7).
Yohannes mengungkapkan, penerapan B20 memang menyebabkan sedikit penurunan dalam hal efisiensi, namun hal tersebut masih bisa ditolerir.
"Dampak merek per merek beda-beda. Saat ini kami yakin untuk penggunaan truk-truk besar, tetapi untuk kendaraan besar yang sifatnya non-PSO misalnya BMW diesel, Mercedes diesel, ini yang mereka lebih sensitif," ujarnya.
Pemerintah berencana merevisi Peraturan Presiden Nomor 61/2015 tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit yang mewajibkan B20 kepada kendaraan yang mendapatkan subsidi (public service obligation/PSO). Revisi Perpres tersebut nantinya akan mengatur cakupan perluasan penggunaan B20.
Yohannes mengatakan, bahan bakar B20 akan ditegaskan lagi penggunaannya. Bahan bakar B20 akan dipergunakan secara meluas di Indonesia dan tidak lagi ditolerir untuk mempergunakan bahan bakar non-B20 nantinya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




