Kampus Harus Serius Siapkan Mahasiswa Menjadi Legislator Kritis dan Berintegritas

Selasa, 4 Desember 2018 | 16:10 WIB
JM
JM
Penulis: Jeis Montesori | Editor: JEM
Dosen Ilmu Politik pada Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIP-AN) Jakarta, Efriza
Dosen Ilmu Politik pada Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIP-AN) Jakarta, Efriza (Suara Pembaruan/Jeis Montesori)

Jakarta - Saat ini, sangat diperlukan upaya serius dari perguruan tinggi untuk dapat menciptakan para mahasiswa yang ingin menjadi anggota legislastif dengan mampu berpikir kritis serta berintegritas.

"Saat ini, kampus ilmu politik terkesan justru terkesan alergi untuk membahas parlemen dari sisi praktis, dan sebaliknya lebih seriung membahas dari sisi teoritis saja," kata Dosen Ilmu Politik pada Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIP-AN) Jakarta, Efriza, dalam dialog tentang Wawasan Parlemen dan Simulasi Sidang Paripurna, Rabu (28/11) di Jakarta.

Dialog yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Politik (Himajip) Universitas Nasional (Unas) Jakarta itu, bertajuk "Melahirkan Legislator Yang Kritis, Berintegritas, Kompeten Terhadap Dinamika Politik Masyarakat Melalui Fungsi Parlemen dan Revitalisasi Kepemimpinan".

Efriza mengatakan, orang-orang muda yang sekarang menjadi anggota legislatif di tingkat pusat hingga daerah, cenderung berperilaku sama dengan para legislator sebelumnya yang banyak mengecewakan rakyat.

"Penilaian dari sisi masyarakat terhadap kepercayaannya atas institusi DPR dan kinerja DPR tidaklah menunjukkan kenaikan sejak 2005 lalu. DPR selalu memiliki citra buruk dalam kinerja maupun terhadap perilakunya di masyarakat. Fatalnya, politisi muda yang berkiprah saat ini sebagai legislator juga tidak dipercaya oleh masyarakat dapat berperilaku baik. Ini menunjukkan bahwa semestinya pendidikan politik harus dimulai dari kampus," tandas Efriza.

Kampus, kata Efriza, tidak boleh berasumsi merasa ditunggangi, tapi semestinya kampus menjadi tempat para legislator muda yang baik, berintegritas dan kritis.

Tanpa kampus memberikan pendidikan politik, misalnya mengenai politik dalam tataran praktis seperti melakukan seminar, maka dapat diasumsikan masyarakat akan kesulitan memperoleh para legislator yang kritis dan berintegritas.

Sebab dalam tataran teoritis dan praktis, kata Efriza, acapkali berbeda. "Jangan sampai ketika mereka (mahasiswa) telah lulus dan mencoba maju menuju ke Senayan (menjadi anggota DPR), maka mereka justru gamang dan perilakunya sama saja dengan legislator sebelumnya," katanya.

Kata Efriza, harus juga dipahami bahwa saat ini kampus juga harus menyuarakan agar partai politik tidak lagi memproduksi para calon anggota legislator instan. Ini penting agar keputusan ataupun kebijakan yang diperjuangkan hingga diputuskan adalah yang benar-benar merupakan keinginan dan aspirasi masyarakat.

Efriza mengatakan, pendidikan politik, pengenalan dan pemahaman atas kondisi realitas di Senayan, cara kerja anggota legislator, perlu terus diajarkan di lingkungan kampus.

"Ini penting agar para calon-calon legislator muda ini, tidak lagi mengganggap hal yang salah dilakukan oleh legislator sebelumnya, menjadi lumrah karena ketidakmengertiannya di tataran politik praktis," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon