Tren Pastry Asia, Paduan Cita Rasa Lokal dan Eropa
Kamis, 7 Juni 2012 | 21:20 WIB
Dipicu melimpahnya bahan baku dan mudahnya akses informasi
Industri Pastry dan Bakery di Asia, termasuk di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir menunjukan perkembangan pesat dan menonjolkan perpaduan cita rasa lokal serta Eropa.
Chef Manfred Kohlen, Senior Advisory Chef Fonterra Asia Middle East mengatakan perkembangan tren pastry di Asia Tenggara memang sudah berkembang pesat dan ditandai dengan sisipan budaya serta resep setempat.
"Seperti di Vietnam ada pengaruh Perancis dalam tren pastry disana, tapi mereka menggabungkan resep dan campuran sendiri,” kata chef asal Jerman itu ketika ditemui Beritasatu.com di Jakarta, Kamis.
Tren serupa, menurut Denny Herdian Ardiwinata selaku National Trade Marketing Manager Fonterra Foodservices, juga sudah terlihat di produk-produk pastry dan bakery Indonesia.
“Misal pada penyajian tren makanan penutup yang belakangan memunculkan ‘Wow Factor' dalam layer-layer bahan makanan dengan paduan rasa yang gurih, manis, atau asin. Jadi untuk mendapatkan sensasi tersebut, makannya harus disantap dari atas sampai bawah,” tutur Denny
Denny lebih jauh menjelaskan bahwa perkembangan itu dipicu oleh dua faktor. Faktor pertama adalah ketersediaan bahan baku yang semakin beragam dan melimpah.
"Kedua banyaknya informasi yang mudah diakses oleh para chef, misalnya dari internet," tuntas Denny.
Industri Pastry dan Bakery di Asia, termasuk di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir menunjukan perkembangan pesat dan menonjolkan perpaduan cita rasa lokal serta Eropa.
Chef Manfred Kohlen, Senior Advisory Chef Fonterra Asia Middle East mengatakan perkembangan tren pastry di Asia Tenggara memang sudah berkembang pesat dan ditandai dengan sisipan budaya serta resep setempat.
"Seperti di Vietnam ada pengaruh Perancis dalam tren pastry disana, tapi mereka menggabungkan resep dan campuran sendiri,” kata chef asal Jerman itu ketika ditemui Beritasatu.com di Jakarta, Kamis.
Tren serupa, menurut Denny Herdian Ardiwinata selaku National Trade Marketing Manager Fonterra Foodservices, juga sudah terlihat di produk-produk pastry dan bakery Indonesia.
“Misal pada penyajian tren makanan penutup yang belakangan memunculkan ‘Wow Factor' dalam layer-layer bahan makanan dengan paduan rasa yang gurih, manis, atau asin. Jadi untuk mendapatkan sensasi tersebut, makannya harus disantap dari atas sampai bawah,” tutur Denny
Denny lebih jauh menjelaskan bahwa perkembangan itu dipicu oleh dua faktor. Faktor pertama adalah ketersediaan bahan baku yang semakin beragam dan melimpah.
"Kedua banyaknya informasi yang mudah diakses oleh para chef, misalnya dari internet," tuntas Denny.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




