Tren Pastry Asia, Paduan Cita Rasa Lokal dan Eropa

Kamis, 7 Juni 2012 | 21:20 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Chef Henni Ekasari, menata sejumlah sajian kue berbentuk hati, saat peluncuran program Valentine Galore, di Hotel Bumi Surabaya, Surabaya, Rabu (8/2).
Chef Henni Ekasari, menata sejumlah sajian kue berbentuk hati, saat peluncuran program Valentine Galore, di Hotel Bumi Surabaya, Surabaya, Rabu (8/2). (ANTARA/Eric Ireng)
Dipicu melimpahnya bahan baku dan mudahnya akses informasi

Industri Pastry dan Bakery di Asia, termasuk di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir menunjukan perkembangan pesat dan menonjolkan perpaduan cita rasa lokal serta Eropa.

Chef Manfred Kohlen, Senior Advisory Chef Fonterra Asia Middle East mengatakan perkembangan tren pastry di Asia Tenggara memang sudah berkembang pesat dan ditandai dengan sisipan budaya serta resep setempat.

"Seperti di Vietnam ada pengaruh Perancis dalam tren pastry disana, tapi mereka menggabungkan resep dan campuran sendiri,” kata chef asal Jerman itu ketika ditemui Beritasatu.com di Jakarta, Kamis.

Tren serupa, menurut Denny Herdian Ardiwinata selaku National Trade Marketing Manager Fonterra Foodservices, juga sudah terlihat di produk-produk pastry dan bakery Indonesia.

“Misal pada penyajian tren makanan penutup yang belakangan memunculkan ‘Wow Factor' dalam layer-layer bahan makanan dengan paduan rasa yang gurih, manis, atau asin. Jadi untuk mendapatkan sensasi tersebut, makannya harus disantap dari atas sampai bawah,” tutur Denny

Denny lebih jauh menjelaskan bahwa perkembangan itu dipicu oleh dua faktor. Faktor pertama adalah ketersediaan bahan baku yang semakin beragam dan melimpah.

"Kedua banyaknya informasi yang mudah diakses oleh para chef, misalnya dari internet," tuntas Denny.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon