KPU Kantongi Puluhan Nama Calon Panelis Debat Kedua
Senin, 21 Januari 2019 | 07:02 WIBJakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengantongi puluhan nama untuk diseleksi menjadi panelis debat kedua Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, yang rencananya digelar 17 Februari mendatang. Calon-calon panelis itu dinilai menguasai bidang yang sesuai dengan tema bahasan debat kedua, yakni energi, pangan, sumber daya alam (SDA), lingkungan hidup, dan infrastruktur.
"Sudah (ada nama calon panelis). Sudah ada puluhan nama yang akan dipertimbangkan dalam debat kedua untuk jadi panelis," kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan dalam diskusi "Evaluasi dan Rekomendasi Debat Pilpres 2019" di Jakarta, Minggu (20/1).
Wahyu belum dapat memastikan jumlah panelis yang bakal dilibatkan untuk menyusun materi debat kedua. Dalam debat perdana, Kamis (17/1), KPU melibatkan enam pakar sebagai panelis. "Bergantung pada tema debat. Sebelumnya enam. Bisa tetap enam. Bisa bertambah," katanya.
Meski demikian, Wahyu masih enggan membeberkan nama-nama pakar yang dipertimbangkan menjadi panelis. Yang pasti, kata Wahyu, panelis debat harus memenuhi sejumlah kriteria, seperti menguasai tema debat dan yang terpenting netral atau tidak partisan. Jumlah dan nama-nama yang akan dilibatkan sebagai panelis ini akan dibahas KPU setelah membahas format dan mekanisme debat kedua dengan tim pasangan calon pada Senin (21/1).
KPU telah mengevaluasi pelaksanaan debat pertama. Dari evaluasi yang dilakukan dan menerima kritik dan masukan berbagai kelompok masyarakat, KPU memastikan bakal mengubah format dan mekanisme debat. Selain memastikan tidak akan lagi memberikan kisi-kisi pertanyaan kepada masing-masing pasangan calon, dalam debat kedua nanti, KPU juga membuka kemungkinan untuk lebih mengaktifkan peran panelis. Tak tertutup kemungkinan pada debat kedua nanti, panelis dapat langsung bertanya kepada pasangan calon.
Hal ini dilakukan agar visi misi dan program masing-masing calon dapat digali lebih dalam. "Itu bergantung pada format dan mekanisme debat yang akan kita perbarui. Tentu saja ke depan kami berkomitmen agar debat itu jadi lebih baik. Lebih substansial, lebih mengedukasi, tetapi juga menarik untuk ditonton," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




