Tarif LRT Diusulkan Rp 10.800 dan Terintegrasi dengan Transjakarta
Jumat, 1 Februari 2019 | 14:16 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) telah mengusulkan besaran tarif Light Rail Transit (LRT) Jakarta sebesar Rp 10.800. Besaran tarif ini tidak hanya digunakan untuk LRT saja, tetapi juga terintegrasi dengan bus Transjakarta. Dengan rute yang ditempuh dari Kelapa Gading hingga Dukuh Atas dan sebaliknya.
Direktur Utama PT LRT Jakarta, Allan Tandiono mengatakan pihaknya tidak menentukan besaran tarif LRT Jakarta. Justru, besaran tarif LRT Jakarta diusulkan oleh DTKJ dan sudah diserahkan ke Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Nantinya, Anies yang akan menetapkan besaran tarif LRT Jakarta.
"Kita mendapatkan usulan dari DTKJ. Tarif LRT Jakarta itu Rp 10.800, tetapi sudah terintegrasi dengan bus Transjakarta," kata Allan kepada wartawan, termasuk beritasatu.com, Jumat (1/2).
Ia mengaku tidak mengetahui secara detail skema dari integrasi tarif LRT dengan Bus Transjakarta. Apakah nantinya, penumpang yang naik LRT kemudian turun di stasiun yang terintegrasi dengan halte Transjakarta tidak membayar tiket busway seharga Rp 3.500, ia tidak tahu.
Namun, yang ia tahu adalah, tarif sebesar itu untuk menempuh rute Kelapa Gading hingga Dukuh Atas dengan kombinasi dua moda transportasi, yaitu LRT dan Transjakarta.
"Skemanya tarifnya saya tidak tahu. Karena DTKJ yang usulkan. Namun mereka mengusulkan Rp 10.800 dengan rute Kelapa Gading sampai Dukuh Atas dengan kombinasi kereta dan bus," ujar Allan.
Hingga saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI belum menetapkan tarif LRT. Karena, Gubernur DKI sedang melakukan perhitungan tarif LRT dan MRT yang dapat terintegrasi dengan Transjakarta. Dan, perhitungan itu sedang dikaji oleh Bank Indonesia (BI).
"Jadi akhir Februari, saat beroperasi, kita pastinya sudah menerapkan tarif yang sudah ditetapkan Pemprov DKI. Karena yang memberikan penetapan itu Gubernur DKI, bukan DTKJ atau PT LRT," tegasnya.
Integrasi Transjakarta dengan LRT Jakarta dilakukan antara Halte Pemuda Rawamangun dengan Stasiun LRT Velodrome. Nantinya, halte Transjakarta akan ada di tengah, dan jalurnya akan diperpanjang menjadi 200 meter.
Dengan demikian, penumpang LRT Jakarta bisa langsung menaiki Transjakarta dengan mudah. Begitu pula sebaliknya. Direncanakan integrasi Stasiun LRT Velodrome dengan Halte Transjakarta Rawamangun akan rampung pada semester I 2019.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




