Ada Orang Puskaptis di Balik Indomatrik, Jubir TKN: Abal-abal

Jumat, 15 Februari 2019 | 22:15 WIB
MS
WM
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: WM
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (ketiga kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) seusai debat pertama capres-cawapres dalam Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019.
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (ketiga kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) seusai debat pertama capres-cawapres dalam Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019. (SP/Joanito de Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga, mempertanyakan validitas hasil survei Indomatrik yang di sejumlah media massa menyebut elektabilitas Jokowi-KH Ma'ruf Amin di angka 47,97 persen dan Prabowo-Sandi 44,04 persen.

Berdasarkan penelusuran pihaknya, Indomatrik pernah memiliki Husin Yazid sebagai direktur risetnya. Dalam sejumlah publikasi risetnya sejak 2018, Husin Yazid menyebut Indomatrik menemukan selisih elektabilitas kedua pasangan tipis. Pada September 2018, Jokowi-Ma'ruf di 49,32 persen, sedang Prabowo-Sandi 44,90 persen.

"Jadi agak aneh. Dari September 2018 sampai Februari 2019, elektabilitas cenderung tak berubah. Bahkan turun. Jokowi-Ma'ruf disebutnya turun sekitar 1,5 persen, Prabowo-Sandi turun 0,85 persen. Ini kan aneh, abal-abal," kata Arya Sinulingga, Jumat (15/2) malam.

Pihaknya menemukan hasil survei tersebut sebagai abal-abal setelah ada nama Husin Yazid.

Untuk diketahui, yang bersangkutan selalu menjadi bagian dari kontroversi lembaga survei di Indonesia. Husin dikenal sebagai Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis). Pada 2014 lalu, Puskaptis dikeluarkan dari keanggotaaan Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) akibat tak bisa mempertanggungjawabkan publikasi hasil hitung cepat Pilpres 2014.

Pada akhir Januari 2019, Puskaptis kembali membuat heboh dengan surveinya yang mirip dengan Indomatrik. Survei keduanya itu berbeda dengan hasil survei lembaga lainnya yang dianggap lebih kredibel. Mayoritas lembaga survei menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf unggul hingga 20 persen dibanding kubu Prabowo-Sandi.

"Jadi kredibilitas Indomatrik pantas untuk diragukan, sama seperti Puskaptis. Mereka ini alat politik pencitraan demi menciptakan bandwagon effect seakan-akan Prabowo-Sandi sudah tinggi. Padahal faktanya mereka masih jauh di bawah, dan akan terus dibawah," tegas Arya Sinulingga, pria tampan asal Tanah Karo tersebut.

Untuk diketahui, dalam publikasi surveinya kali ini, nama Direktur Riset Indomatrik sudah berubah. Bukan lagi Husin Yazid, tapi Syahruddin YS.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon