Meski Terusir, Gol Emerson Bawa Corinthians Tekuk Santos

Kamis, 14 Juni 2012 | 12:46 WIB
RH
B
Penulis: Reuters/ Arsito Hidayatullah | Editor: B1
Pemain Corinthians, Emerson.
Pemain Corinthians, Emerson. (Corinthiansatual)
Sang pencetak gol dikartu-merah karena melanggar Neymar, penonton lempar helm, lampu padam, tapi Corinthians tetap menang.

Striker klub Corinthians, Emerson, mencetak sebuah gol brilian dalam laga semifinal Copa Libertadores melawan tuan rumah dan juara bertahan Santos, Rabu (13/6) waktu setempat, yang membawa kemenangan 1-0 di laga tandang itu bagi timnya.

Hanya saja, Emerson lantas jadi "pesakitan" ketika pelanggarannya atas Neymar berbuah kartu kuning kedua, yang menyebabkan ia harus diusir keluar lapangan oleh wasit. Dengan demikian, dalam laga leg kedua di Sao Paulo pekan depan, Emerson tak akan bisa tampil.

Pertandingan itu sendiri masih mengalami gangguan lain, yaitu padamnya listrik dan ulah suporter. Suporter berulah dengan melempar sebuah helm ke lapangan, dekat posisi kiper Corinthians, Cassio, tak lama setelah kartu merah Emerson. Tayangan TV menunjukkan polisi kemudian bergerak ke tengah penonton usai insiden itu.

Sementara, pertandingan di Vila Belmiro, stadion di mana Santos sebelumnya tak terkalahkan musim ini tersebut, harus terganggu pula oleh padamnya lampu. Listrik yang tiba-tiba tak mengalir ke lampu-lamnpu stadion di sekitar menit ke-82, membuat pertandingan harus ditunda hingga 20 menit lamanya.

Gol yang diciptakan Emerson sendiri berawal dari operan Paulinho, yang diperoleh sang striker di dalam kotak penalti, kurang dari 30 menit pada babak pertama. Emerson langsung melepaskan tembakan melengkung ke sudut atas tiang jauh yang tak bisa diantisipasi kiper. Santos tak bisa membalasnya, bahkan di 13 menit tersisa setelah lawan bermain dengan 10 orang akibat Emerson yang diusir keluar.

"Perjuangan sampai akhir, khususnya setelah pengusiran keluar Emerson, telah menunjukkan semangat tim ini," ungkap kiper Cassio kepada wartawan, seusai pertandingan. "Kami berhasil melakukan apa yang telah direncanakan pelatih, dan kini menuju kandang sendiri dengan hasil (menguntungkan) ini. Tapi kami selalu ingin menang di hadapan pendukung sendiri," lanjutnya.

Untuk diketahui, Corinthians sendiri belum pernah melaju ke final Libertadores sebelumnya. Sementara Santos, klub yang sama-sama berasal dari Brazil, saat ini mengincar gelar juara keempat mereka, dengan gelar pertama kalinya diraih pada era Pele.

Neymar yang tak urung kecewa, lantaran tak mampu sedikit pun mengeluarkan kemampuan dribbling-nya dalam hasil buruk itu, berusaha tenang, meski tetap menyebut Corinthians yang banyak bertahan seolah bagai kelompok yang tak bermain bola.

"Dari apa yang saya pahami tentang sepak bola, hanya ada satu tim (Santos) yang bermain di pertandingan ini. Tapi, Emerson mencetak gol dengan tendangan yang indah. Sepak bola memang seperti itu. Ini bisa terjadi," ujar Neymar.

Pemenang laga semifinal ini, kelak akan berjumpa dengan pemenang antara juara enam kali, Boca Juniors, dengan Universidad de Chile. Kedua klub baru saling bertanding di leg pertama semifinal di Buenos Aires pada Kamis (14/6) waktu setempat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon