TNI Janjikan Tiga Bulan Ungkap Kecelakaan Fokker F-27
Kamis, 21 Juni 2012 | 21:37 WIB
"Paling lama penyelidikan akan memakan waktu tiga bulan."
Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya Dede Rusamsi mengatakan bahwa pihaknya akan menyelidiki sendiri penyebab jatuhnya pesawat Fokker 27 A2708 di Komplek Rajawali Jalan Branjangan Halim Perdanakusuma.
"Paling lama penyelidikan akan memakan waktu tiga bulan," ujarnya.
Meski begitu, Dede menegaskan bahwa pesawat Fokker F-27 terbang dalam kondisi fit dan layak. "Walau sudah masuh dalam Skuadron Dua Lanud Halim sejak 9 Februari 1977, Fokker 27 buatan pabrik Fokker Netherland tersebut dalam kondisi layak terbang," paparnya.
"Awak pesawat juga berada dalam kondisi fit dan siap terbang. Kondisi pesawat juga layak terbang, dengan sisa kondisi perawatan 23 hari," tambah Dede.
Lebih lanjut, Dede menjelaskan pesawat buatan Belanda dengan usia pesawat selama 14.396 jam tersebut telah melakukan landing pesawat selama 15.040 kali.
"Sisa hari perawatan 23 hari, dengan perawatan yang akan datang pada 14 Juli 2012, sementara pemeliharaan sebelumnya 1 dan 15 Juni lalu," tambahnya.
Sementara itu, usia engine pertama adalah 14.553 jam, time since new, 9.115 jam 50 menit, sejak operasional 356 jam 55 menit dan engine kedua 14.558 jam, time since new 9.367 jam 55 menit, dengan time operasional 575 jam 45 menit.
Lebih detil pesawat Fokker 27 yang memiliki mesin jenis EA Rolls Royce Dart MK 536-7R, dengan rentang sayap 18 meter, panjang badan 15.154 meter, tinggi 6.31 meter, berat maksimum 7.450 kilogram ini mampu mengangkut 40 penumpang, serta kuat menjelajah selama enam jam.
"Untuk awak pesawat, Mayor Penerbangan Heri Setyawan telah memiliki 3.552 jam terbang, co-pilot Lettu Pnb Paulus selama 188 jam dan co-pilot Letda Pnb Sahroni 87 jam," tandasnya.
Sementara itu, pascakecelakaan tersebut, Kementerian Pertahanan berjanji segera mengganti pesawat Fokker F-27 dengan CN 295.
Menteri Petahanan, Purnomo Sugiantoro mengatakan bahwa pihaknya telah menandatangani kontrak pembelian 10 pesawat CN 295 yang akan digunakan untuk penerbangan militer Indonesia.
"Sudah dikerjakan dan pesawat direncanakan akan tiba tahun ini yang selanjutnya dikerjakan di sini bekerjasama dengan pihak TNI," kata Purnomo.
Seperti diketahui, pesawat buatan pabrik Fokker Netherland yang diketahui take off dari Lanud Halim Perdanakusuma pukul 13.10 WIB untuk melaksanakan latihan profesiensi tersebut terjatuh pada pukul 14.45 WIB. Kejadian itu mengakibatkan sebanyak 10 orang tewas. Yaitu tujuh kru dan tiga warga sipil.
Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya Dede Rusamsi mengatakan bahwa pihaknya akan menyelidiki sendiri penyebab jatuhnya pesawat Fokker 27 A2708 di Komplek Rajawali Jalan Branjangan Halim Perdanakusuma.
"Paling lama penyelidikan akan memakan waktu tiga bulan," ujarnya.
Meski begitu, Dede menegaskan bahwa pesawat Fokker F-27 terbang dalam kondisi fit dan layak. "Walau sudah masuh dalam Skuadron Dua Lanud Halim sejak 9 Februari 1977, Fokker 27 buatan pabrik Fokker Netherland tersebut dalam kondisi layak terbang," paparnya.
"Awak pesawat juga berada dalam kondisi fit dan siap terbang. Kondisi pesawat juga layak terbang, dengan sisa kondisi perawatan 23 hari," tambah Dede.
Lebih lanjut, Dede menjelaskan pesawat buatan Belanda dengan usia pesawat selama 14.396 jam tersebut telah melakukan landing pesawat selama 15.040 kali.
"Sisa hari perawatan 23 hari, dengan perawatan yang akan datang pada 14 Juli 2012, sementara pemeliharaan sebelumnya 1 dan 15 Juni lalu," tambahnya.
Sementara itu, usia engine pertama adalah 14.553 jam, time since new, 9.115 jam 50 menit, sejak operasional 356 jam 55 menit dan engine kedua 14.558 jam, time since new 9.367 jam 55 menit, dengan time operasional 575 jam 45 menit.
Lebih detil pesawat Fokker 27 yang memiliki mesin jenis EA Rolls Royce Dart MK 536-7R, dengan rentang sayap 18 meter, panjang badan 15.154 meter, tinggi 6.31 meter, berat maksimum 7.450 kilogram ini mampu mengangkut 40 penumpang, serta kuat menjelajah selama enam jam.
"Untuk awak pesawat, Mayor Penerbangan Heri Setyawan telah memiliki 3.552 jam terbang, co-pilot Lettu Pnb Paulus selama 188 jam dan co-pilot Letda Pnb Sahroni 87 jam," tandasnya.
Sementara itu, pascakecelakaan tersebut, Kementerian Pertahanan berjanji segera mengganti pesawat Fokker F-27 dengan CN 295.
Menteri Petahanan, Purnomo Sugiantoro mengatakan bahwa pihaknya telah menandatangani kontrak pembelian 10 pesawat CN 295 yang akan digunakan untuk penerbangan militer Indonesia.
"Sudah dikerjakan dan pesawat direncanakan akan tiba tahun ini yang selanjutnya dikerjakan di sini bekerjasama dengan pihak TNI," kata Purnomo.
Seperti diketahui, pesawat buatan pabrik Fokker Netherland yang diketahui take off dari Lanud Halim Perdanakusuma pukul 13.10 WIB untuk melaksanakan latihan profesiensi tersebut terjatuh pada pukul 14.45 WIB. Kejadian itu mengakibatkan sebanyak 10 orang tewas. Yaitu tujuh kru dan tiga warga sipil.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




