PPDB dengan Pengambilan Token, Siswa Tak Perlu Daftar ke Sekolah Dini Hari
Senin, 24 Juni 2019 | 15:11 WIB
Semarang, Beritasatu.com - Orang tua dan para calon peserta didik baru SMA/SMK Negeri di Jateng tak perlu datang dini hari ke sekolah untuk mendaftar sekolah melalui Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020. Sebab, penentu penerimaan tak berdasarkan siapa yang tercepat mendaftar.
Untuk itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Senin (24/6/2019), membuka loket pengambilan token sekaligus melakukan verifikasi kelengkapan dokumen untuk calon siswa SMA. Sementara untuk SMK juga masih terus berjalan.
"Para pendaftar bisa datang ke sekolah negeri mana pun atau yang terdekat untuk mengambil token," kata Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Jumeri, Senin.
Pihaknya mengakui, banyak informasi berseliweran yang mengatakan jika siapa yang tercepat mendaftar akan diterima. Informasi tersebut menurutnya tidak benar. Sebab, seleksi PPDB di Jateng tetap mengacu pada tiga jalur, yakni jalur prestasi, perpindahan orang tua, dan zonasi.
"Untuk jalur zonasi, dasarnya jarak rumah dari sekolah yang dituju. Bukan siapa yang paling cepat mendaftar yang akan diterima," tegasnya.
Jumeri menambahkan, pertimbangan cepat-cepatan hanya digunakan untuk memperebutkan satu kursi terakhir yang tersedia di setiap sekolah.
Dia mencontohkan jika satu SMAN menerima peserta didik sebanyak 10 rombongan belajar (rombel) atau 360 siswa, maka posisi ke-360 itu baru akan diambilkan dari pendaftar tercepat saat ada lebih dari satu peserta pada posisi itu, yang jarak rumahnya sama. Sedangkan urutan 1-359 tetap ditentukan berdasarkan prestasi, perpindahan orang tua, dan zonasi.
"Jadi, tidak perlu resah, tidak usah hadir ke sekolah dini hari karena ingin cepat-cepatan. Datang saja pada jam kerja karena dasar penentuannya bukan cepat-cepatan," tandas Jumeri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




