Kekeringan di Bekasi, Kerugian Petani Capai Miliaran Rupiah
Jumat, 28 Juni 2019 | 13:10 WIB
Bekasi, Beritasatu.com - Ratusan petani di desa yang terdampak kekeringan mengeluhkan hasil panen yang mengalami penurunan produksi padi secara drastis. Mereka mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.
Maman (46), petani di RW 04 Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi menuturkan, hasil panennya turun menjadi 4 ton per hektare. Padahal, saat musim hujan, lahan garapannya mampu memproduksi padi hingga 7 ton per hektare.
"Masuk musim kemarau ini, kami panen dipercepat. Gabah yang kami panen biasanya 6-7 ton per hektare, sekarang masuk musik panas, jadi 4 ton per hektare," ujar Maman, Jumat (28/6/2019).
Produksi gabah yang menurun berdampak terhadap pendapatan para petani. Dia menyebutkan, dalam satu hektare sawah, biasanya menghasilkan uang hingga Rp 3 juta, tetapi kini turun hingga 50%. Penjualan gabah di tingkat petani rata-rata Rp 400.000 per kuintal gabah kering. "Pendapatan ini merupakan pendapatan bersama teman-teman di kelompok tani," tuturnya.
Maman bersama kelompok tani lainnya belum dapat mengatasi anjloknya produksi padi, saat memasuki musim kemarau. Dia berharap, pemerintah daerah membangun kolam retensi atau waduk di sekitar aliran Kali Cihoe atau Cipamingkis yang menampung air cadangan di saat musim kemarau.
Sekretaris Kelompok Tani dan Nelayan Andalan Kecamatan Cibarusah, Kusnadi, menambahkan, total lahan pertanian di Cibarusah mencapai 1.655 hektare, tetapi yang masih produksi saat ini hanya 1.000 hektare.
"Sedangkan, 655 hektare lainnya, sudah tidak dapat ditanami padi karena sawah sudah kering sejak beberapa bulan lalu," kata Kusnadi.
Dari lahan 1.000 hektare tersebut, kata dia, para petani sudah memulai tanam sebelum musim kemarau ini. Namun, sekitar 50% di antaranya mengalami gagal panen karena kekurangan pasokan air.
"Lahan pertanian itu berada di Desa Ridogalih, Desa Sinarjati dan Desa Ridomanah, Kecamatan Cibarusah," ucapnya.
Dia menjelaskan, lahan pertanian selama ini mengandalkan sumber air dari Kali Cipamingkis dan air hujan. Namun, Bendungan Jatinunggal,Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor sedang diperbaiki sehingga debit air di Kali Cipamingkis mengering, sejak beberapa waktu lalu. Selain Kali Cipamangkis, para petani juga mengandalkan aliran Kali Cihoe sebagai sumber irigasi. Memasuki musim kemarau debit kedua kali itu semakin surut dan bahkan mengering.
Sehingga, selama musim kemarau, kata dia, para petani mengalami kerugian hingga mencapai miliaran rupiah. Lahan yang sudah terlanjur ditanam padi dan mengalami gagal panen seluas 500 hektare. Tiap hektare mengeluarkan biaya Rp 7,5 juta untuk biaya pembelian bibit, pupuk, sewa traktor, serta jasa kuli dalam menggarap lahan. "Ditotal
kerugian para petani itu mencapai Rp 3,75 miliar," katanya.
Terdata, ada 29 kelompok tani atau sekitar 700 petani yang masih produktif di Kecamatan Cibarusah.
Dia berharap, agar Pemerintah Kabupaten Bekasi mencari solusi keluhan para petani ini. "Sebelum musim penghujan sekitar November mendatang, kami tidak akan menaman bibit padi baru. Percuma, karena tanam padi akan layu sebelum panen," tuturnya.
Ada tiga desa di Kecamatan Cibarusah kembali dilanda kekeringan. Warga terpaksa mengambil air dari Kali Cihoe dan Kali Cipamingkis untuk kebutuhan mencuci pakaian ataupun mandi. Sedangkan, untuk konsumsi warga harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk membeli air isi ulang. Selain itu, warga mendapat bantuan air bersih dari PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi yang berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bekasi.
"Ada bantuan air bersih diberikan secara bergilir di setiap desa. Kami dapat dua jeriken atau dua ember," ujar Manih, warga Kampung Pamanahan, Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah.
Kasubag Humas PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi, Ahmad Fauzi, mengatakan pihaknya akan terus mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan, selama musim kemarau.
"Selama warga masih membutuhkan air bersih, kami siap menyupali air bersih. Kami berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bekasi dan perangkat desa untuk mendistribusikan air bersih secara bergilir kepada warga," imbuhnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




