Indonesia Raih Tiga Tiket Lagi ke London
Selasa, 26 Juni 2012 | 17:35 WIB
Atletik, renang dan menembak. Kepastiannya kami dapatkan mulai minggu lalu
Setelah meloloskan 17 orang atlet yang akan berangkat ke Olimpiade London, Indonesia kembali meraih tiga tiket.
Ade Lukman, Ketua Komisi Sports for All Komite Olimpiade Indonesia, mengatakan ketiga tiket ini diberikan kepada atlet dari tiga cabang olahraga yang masih menanti kepastian nasibnya di Olimpiade.
“Atletik, renang dan menembak. Kepastiannya kami dapatkan mulai minggu lalu,” ujar Ade di acara
Tiga tiket ini berasal dari alokasi kuota yang tersisa (unused quota allocation) dan telah disetujui oleh Komisi Tripartit yang terdiri dari IOC, panitia pelaksana Olimpiade London (LOGOC) dan federasi internasional masing-masing cabang.
Tiket untuk atletik diberikan kepada atlet lompat jauh, Maria Natalia Londa, sementara di renang diberikan kepada peraih empat medali emas di SEA Games 2011, I Gede Siman Sudartawa. Di cabang menembak, belum ditentukan nama atlet yang akan berangkat.
“Mereka mendapatkan tiket ini karena catatan waktu dan poin sudah sesuai limit kualifikasi,” ujar Ade.
Indonesia sendiri, lanjut Ade, kemungkinan akan menambah satu tiket lewat sprinter Fernando Lumain, yang juga menerima beasiswa dari IOC. “Tapi belum definitif,” ujar Ade.
Menanggapi hal ini, Siman mengatakan sangat bangga atas prestasinya. “Ambisi saya adalah berusaha semaksimal mungkin di Olimpiade pertama seperti halnya di SEA Games pertama tahun lalu,” kata perenang berusia 18 tahun itu.
Siman sendiri meraih tiket di dua nomor favoritnya, yaitu 100 meter dan 200 meter gaya punggung.
Di nomor 100m, perenang kelahiran Bali ini sudah melampaui catatan waktunya di SEA Games (55,59 detik) ketika tampil di Kejuaraan Renang Asia Tenggara di Singapura awal bulan ini dengan rekor 55,31 detik. Limit kualifikasi B di nomor ini sendiri 56,30 detik.
Di nomor 200m, Siman masih belum bisa memecahkan catatan waktunya di SEA Games, yaitu dua menit 2,44 detik.
Siman sendiri masih harus tampil di ASEAN School Games di Surabaya akhir bulan ini.
Sementara bagi Maria Londa, ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan.
“Saya yakin semua atlet punya mimpi tertinggi untuk tampil di Olimpiade. Saya akan berikan yang terbaik,” kata Maria.
Chef de mission kontingen Indonesia, Erick Thohir berharap agar setiap atlet yang dikirim ke Olimpiade bisa memberikan yang terbaik.
“Mereka harus punya motivasi sendiri di Olimpiade,” ujar Erick.
Setelah meloloskan 17 orang atlet yang akan berangkat ke Olimpiade London, Indonesia kembali meraih tiga tiket.
Ade Lukman, Ketua Komisi Sports for All Komite Olimpiade Indonesia, mengatakan ketiga tiket ini diberikan kepada atlet dari tiga cabang olahraga yang masih menanti kepastian nasibnya di Olimpiade.
“Atletik, renang dan menembak. Kepastiannya kami dapatkan mulai minggu lalu,” ujar Ade di acara
Tiga tiket ini berasal dari alokasi kuota yang tersisa (unused quota allocation) dan telah disetujui oleh Komisi Tripartit yang terdiri dari IOC, panitia pelaksana Olimpiade London (LOGOC) dan federasi internasional masing-masing cabang.
Tiket untuk atletik diberikan kepada atlet lompat jauh, Maria Natalia Londa, sementara di renang diberikan kepada peraih empat medali emas di SEA Games 2011, I Gede Siman Sudartawa. Di cabang menembak, belum ditentukan nama atlet yang akan berangkat.
“Mereka mendapatkan tiket ini karena catatan waktu dan poin sudah sesuai limit kualifikasi,” ujar Ade.
Indonesia sendiri, lanjut Ade, kemungkinan akan menambah satu tiket lewat sprinter Fernando Lumain, yang juga menerima beasiswa dari IOC. “Tapi belum definitif,” ujar Ade.
Menanggapi hal ini, Siman mengatakan sangat bangga atas prestasinya. “Ambisi saya adalah berusaha semaksimal mungkin di Olimpiade pertama seperti halnya di SEA Games pertama tahun lalu,” kata perenang berusia 18 tahun itu.
Siman sendiri meraih tiket di dua nomor favoritnya, yaitu 100 meter dan 200 meter gaya punggung.
Di nomor 100m, perenang kelahiran Bali ini sudah melampaui catatan waktunya di SEA Games (55,59 detik) ketika tampil di Kejuaraan Renang Asia Tenggara di Singapura awal bulan ini dengan rekor 55,31 detik. Limit kualifikasi B di nomor ini sendiri 56,30 detik.
Di nomor 200m, Siman masih belum bisa memecahkan catatan waktunya di SEA Games, yaitu dua menit 2,44 detik.
Siman sendiri masih harus tampil di ASEAN School Games di Surabaya akhir bulan ini.
Sementara bagi Maria Londa, ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan.
“Saya yakin semua atlet punya mimpi tertinggi untuk tampil di Olimpiade. Saya akan berikan yang terbaik,” kata Maria.
Chef de mission kontingen Indonesia, Erick Thohir berharap agar setiap atlet yang dikirim ke Olimpiade bisa memberikan yang terbaik.
“Mereka harus punya motivasi sendiri di Olimpiade,” ujar Erick.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




