Jokowi Dijadwalkan Salat Jumat Bersama Mahathir
Kamis, 8 Agustus 2019 | 23:16 WIB
Kuala Lumpur, Beritasatu.com - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad dijadwalkan akan melakukan Salat Jumat bersama, Jumat (9/8/2019), di sela kunjungan ke Putrajaya.
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengemukakan, saat jumpa pers bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, di Hotel Grand Hyatt, Kuala Lumpur, Kamis (8/8/2019), bahwa ini merupakan balasan dari kunjungan Tun Mahathir ke Bogor, Juni 2019 lalu.
"Indonesia merupakan negara pertama yang dikunjungi Tun Mahathir setelah beliau dilantik menjadi Perdana Menteri Malaysia," katanya pula.
Selain itu, ujar Retno, kunjungan Presiden Jokowi ke Kuala Lumpur sudah direncanakan sejak lama.
Selain pertemuan kali ini, rencananya pada tahun depan akan dilaksanakan pertemuan tahunan dengan pembicaraan dan isunya lebih komprehensif.
"Mengenai acara besok paling tidak ada tiga acara. Pertama pertemuan dengan Tun Mahathir, kemudian diikuti dengan jamuan santap siang dan yang terakhir kedua pemimpin akan melakukan Salat Jumat bersama," katanya pula.
Retno mengatakan kedua negara adalah negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di Asia, dan kalau melihat ketokohan Tun Mahathir dan Jokowi, kedua pemimpin ingin menunjukkan warna Islam yang damai, Islam yang toleran.
"Dengan Salat Jumat bersama ini akan memperkokoh silaturahmi di antara kedua pemimpin tersebut," katanya pula.
Mengenai masalah isu yang menjadi kepentingan Indonesia, ujar Retno, pertama soal TKI yang jumlahnya lebih dari dua juta orang di Malaysia. Tentunya keberadaan dalam jumlah besar tersebut ada sejumlah isu yang menyertai termasuk pendidikan anak-anak TKI dan sebagainya.
"Kedua pemimpin akan bicara kelapa sawit karena kedua negara merupakan produsen kelapa sawit yang cukup besar yang kalau dikombinasikan menjadi paling besar di Asia, dan banyak tantangan yang dihadapi kelapa sawit," katanya lagi.
Dia mengatakan Malaysia merupakan salah satu mitra Indonesia di ASEAN. Malaysia juga merupakan mitra dagang ke tujuh terbesar dan tujuan ekspor terbesar keenam bagi Indonesia.
Pada kesempatan yang sama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan Presiden Jokowi akan melobi Perdana Menteri Mahathir Mohamad agar memberi izin pembukaan Community Learning Center (CLC) untuk anak-anak TKI di Semenanjung Malaysia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




