Punya 3 Dirut dalam 1,5 Tahun, Ada Apa di BUMD Dharma Jaya?

Kamis, 5 September 2019 | 06:18 WIB
H
B
Penulis: Heriyanto | Editor: B1
Petugas dari PD Dharma Jaya melayani pembeli daging sapi dalam operasi pasar daging murah yang diadakan oleh Pemprov DKI, PD Pasar Jaya, dan PD Dharma Jaya, di Kelapa Gading, Jakarta, 11 Agustus 2015.
Petugas dari PD Dharma Jaya melayani pembeli daging sapi dalam operasi pasar daging murah yang diadakan oleh Pemprov DKI, PD Pasar Jaya, dan PD Dharma Jaya, di Kelapa Gading, Jakarta, 11 Agustus 2015. (Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta)

Jakarta, Beritasatu.com - PD Dharma Jaya, sebuah badan usaha milik daerah (BUMD) yang bergerak dalam industri dan perdagangan daging (pangan) menyimpan sedikit kontroversi. Dalam 1,5 tahun belakangan ini, BUMD milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu memiliki tiga direktur utama (dirut).

"Kalau dilihat dari tahun 2018 berarti Dharma Jaya sudah punya tiga Dirut. Biasanya kalau Dirut berubah maka jajaran direksi lainnya pun ikut berubah. Ini fenomena menarik karena jarang sekali BUMD di DKI Jakarta seperti ini (tiga Dirut)," ungkap sebuah sumber kepada SP di Jakarta, Selasa (4/9/2019).

Pekan lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengganti Dirut PD Dharma Jaya, Johan Romadhon, yang sudah setahun menjabat. Johan digantikan Raditya Endra Budiman. Johan sendiri dilantik Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno pada Rabu (23/5/2018) sebagai Dirut PD Dharma Jaya menggantikan Marina Ratna Dwi Kusumajati. Marina sendiri sudah mengajukan pengunduran sejak 16 April 2018 setelah mennjabat Dirut Dharma Jaya sejak tahun 2015. Usai melantik Raditya, Anies Baswedan tidak memberikan penjelasan rinci terkait pergantian tersebut.

Ketika ditanya alasan penggantian Dirut PD Dharma Jaya, Anies mengatakan hanya untuk penyegaran di tubuh BUMD DKI. "Penyegaran," kata Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Dengan pimpinan yang baru, Anies mengharapkan semua target yang telah ditetapkan bisa tercapai dengan lebih cepat. "Kita ingin target-target kita tercapai lebih cepat dan kita berharap dengan adanya pimpinan baru nanti bisa tercapai targetnya," ujar Anies.

Sayangnya, Anies tidak memberikan penjelasan garis besar soal target yang harus dipenuhi Dharma Jaya. SP berupaya menelusuri dan mencari informasi kepada sejumlah pihak terkait dengan target-target yang dimaksud, namun belum ada respons.

Selama Selasa (4/9/2019) dan Rabu (5/9/2019), jajaran direksi PT Dharma Jaya belum berhasil dihubungi. Demikian juga Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Kelautan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Darjamuni yang terkait langsung dengan PT Dharma Jaya pun tidak memberikan respons.

Terkait pergantian Dirut tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pembina Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) Riyadi menjelaskan pergantian sudah dilakukan sejak Selasa (13/8). Itu berarti, setelah dua minggu sejak penetapan pergantian, baru dilakukan pelantikan. Dia juga tak menjelaskan alasan pergantian direksi BUMD yang bergerak dalam bidang perdagangan dan industri daging itu.

Berbeda dengan keputusan pencopotan Marina dan pengangkatan Johan yang dituangkan dalam Keputusan Gubernur Nomor 880 Tahun 2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Direksi PD Dharma Jaya yang ditandatangani Gubernur Anies Baswedan pada 22 Mei 2018.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon