Subhan Tak Punya Target Khusus di Tiga Seri Terakhir

Rabu, 4 Juli 2012 | 16:48 WIB
AA
B
Penulis: Ami Afriatni/ Arsito | Editor: B1
Aksi Subhan Aksa di Reli Akropolis.
Aksi Subhan Aksa di Reli Akropolis. (FWRT)
Menurut Subhan, ia realistis saja karena ketiga seri itu baru kali ini bakal diikutinya.

Sukses merambah podium di dua seri ajang Production World Rally Championship (PWRC) sebelumnya, pebalap Indonesia Subhan Aksa bertekad menyelesaikan tiga seri yang tersisa. Ketiga seri yang tersisa itu bertempat di tiga negara Eropa, yaitu Jerman (pada 24–26 Agustus), Italia (18-21 Oktober) dan Spanyol (8-11 November).

Bagi pereli Tim Bosowa yang sukses mangkal di posisi kedua di Yunani dan Selandia Baru itu, ketiga seri tersebut akan menjadi pengalaman baru baginya. "Saya belum pernah ikut. Baru lihat track-nya saja di video," ujar pereli berusia 25 tahun itu, di Jakarta, Rabu (4/7).

Untuk tiga seri terakhir ini, Subhan yang kembali akan mengendarai Mitsubishi Lancer Evo X, mengaku sejauh ini belum melakukan persiapan khusus. Dia mengaku baru akan melakukan persiapan dua minggu menjelang event.

Soal target, Subhan mengaku realistis saja, mengingat ketiga seri itu baru kali ini diikutinya. "Semua tentu ingin jadi juara. Tapi saya realistis saja. Nggak mau sesumbar, karena belum pernah ikut sebelumnya," tukas Subhan.

Meski belum ada persiapan khusus, Subhan mengatakan akan tampil di tiga kejuaraan reli nasional sebagai bagian dari persiapannya menghadapi seri Eropa tersebut.

Tekad Subhan yang ingin lebih aktif tampil di seri-seri kejuaraan reli ini tentu saja menimbulkan konsekuensi sendiri. Pasalnya, jabatannya sebagai Director in Charge (DIC) Group Logistic & Transportation di Bosowa Production menuntutnya untuk juga fokus terhadap pekerjaannya.

"Memang sulit membagi waktu antara pekerjaan dan reli. Jadi, kalau (sedang) di sela-sela reli, diusahakan sebisa mungkin berkomunikasi dengan orang-orang kantor," ujar Subhan yang untungnya dukungan keluarga telah membuat tekadnya tak terpatahkan.

"Keluarga sudah pasrah, nggak bisa nolak. Saya dari kecil sudah bercita-cita menjadi pebalap. Kalau dulu teman-teman SD saya bercita-cita mau jadi presiden atau menteri, saya ingin jadi pebalap. Dulu itu sempat jadi masalah (karena cita-citanya). Padahal sekarang ini pebalap bisa jadi profesi," ujar juara nasional itu mengenang masa kecilnya.

Debut Subhan sendiri berawal saat dia mulai mengikuti ajang-ajang kejuaraan reli pada tahun 2002. Namun baru pada 2008 dia menunjukkan kualitasnya sebagai pereli nasional, ketika keluar sebagai juara nasional. Subhan sendiri mengatakan, tampil di panggung-panggung dunia selalu menjadi mimpi terbesarnya, termasuk memboyong gelar juara suatu saat nanti.

"Salah satu motivasi saya untuk tetap di reli adalah untuk menjadi pembuka jalan menuju regenerasi. Moga-moga kalau jadi juara dunia, akan ada banyak penerusnya. Otomotif peminatnya besar. Ini olahraga yang banyak disukai anak muda. Makin banyak pula sponsor yang tertarik," ujar Subhan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon