Tiga JPO di Sudirman Akan Dilengkapi Lift
Senin, 11 November 2019 | 13:58 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi tiga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Jend Sudirman. Nantinya, tiga JPO ini akan dilengkapi dengan lift dan dilebarkan menjadi lima meter dari sekarang hanya sekitar 2-3 meter.
Kepala Dinas Bina Marga DKI, Hari Nugroho mengatakan tiga JPO yang akan direvitalisasi tersebut adalah di depan Hotel Le Meriden, Universitas Atmajaya, dan Dukuh Atas.
"Rencananya yang di depan Le Meridien, di kawasan Karet Tengsin itu kan demand-nya tinggi. Kemudian strukturnya memang agak goyang. Jadi kita mau perkuat strukturnya. Sekalian kita perlebar. Nanti lebarnya dari 2,5 meter menjadi lima meter," kata Hari Nugroho, Senin (11/11/2019).
Selain diperkuat strukturnya, juga akan dilengkapi dengan fasilitas lift dan pencahayaan lampu seperti yang telah dilakukan di JPO Gelora Bung Karno Polda (GBK) Polda Metro Jaya.
"Kita bangunkan lift itu di sana untuk mengakomodasi kaum difabel dan ibu hamil maupun orang tua," ujar Hari Nugrono.
Baca juga: DKI Rencanakan Pembangunan 25 JPO Senilai Rp 250 Miliar
Kendati demikian, Hari Nugroho belum dapat memastikan ketiga JPO itu akan dibuka atapnya atau tidak. Seperti halnya JPO di depan tower Indofood, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat.
Ia menegaskan, bila JPO itu terhubungkan dengan lokasi terbuka dan terbuka rencananya atap dibuka, begitu pun sebaliknya. "Kalau menghubungkan tempat tertutup ke tertutup ya kita tutup," jelasnya.
Rencananya, revitalisasi JPO Le Meridien, Universitas Atmajaya, dan Dukuh Atas dilaksanakan pada akhir November 2019 dan selesai awal tahun 2020. "Rencananya Maret 2020 sudah selesai. Untuk anggarannya kita pakai dana KLB," ungkap Hari Nugroho.
Seperti diketahui, Pemprov DKI sedang gencar-gencarnya melakukan revitalisasi JPO. Dalam waktu empat tahun, Pemprov DKI menargetkan dapat membangun 25 JPO.
Pembangunan 25 JPO futuristik dan modern yang dilengkapi dengan lampu warna warni serta lift telah dibangun sejak tahun 2018. Diharapkan seluruh JPO tersebut dapat rampung dibangun hingga tahun 2021 mendatang.
Pada tahun 2018, pihaknya telah berhasil membangun lima JPO. Yaitu, JPO Jelambar, JPO Sumarno, JPO Polda Metro Jaya, JPO Gelora Bung Karno, dan JPO Bundaran Senayan.
Baca juga: JPO di Jakut Kerap Dilintasi Pengemudi Motor
Kemudian di tahun 2019, sedang dibangun JPO Daan Mogot dan JPO Pasar Minggu. Saat ini, pembangunan kedua JPO ini sudah mencapai 70 persen. Diharapkan pada akhir tahun, 30 persen kekurangan konstruksinya sudah dapat rampung.
Sedangkan di tahun 2020, Dinas Bina Marga DKI merencanakan pembangunan 18 JPO. Hanya saja, yang baru selesai perencanaannya di tahun ini ada 11 JPO. Dengan demikian, 11 JPO ini yang akan dibangun di tahun 2020.
Kesebelas JPO tersebut adalah JPO Kyai Caringin (RS Tarakan Busway), JPO Suryopranoto (Petojo Busway), JPO Pos (Pasar Baru Busway), JPO Daan Mogot (Rumah Duka Abadi), JPO Sahardjo (Menteng Pulo), JPO Warung Jati Barat (Masjid Assalafiya), JPO Warung Jati Barat (Pejaten Village), JPO Jalan Raya Pasar Minggu (FO Tanjung Barat), JPO Lenteng Agung (FO Lenteng Agung-IISIP), JPO Fatmawati (RSUP Fatmawati), dan JPO Sugiono (Masjid Al Abidin).
Sedangkan sisanya, tujuh JPO lagi, lanjut Hari Nugroho, diperkirakan akan dibangun pada tahun 2021. Karena, pihaknya akan penyusunan perencanaan baru dimasukkan ke dalam tahun anggaran 2020.
Ketujuh JPO tersebut adalah JPO Juanda (Pecenongan Busway), JPO KH Mas Mansyur (Muhammadiyah), JPO Jembatan Dua (Arwana IV), JPO Tubagus Angke (Perdana Kusuma), JPO Tubagus Angke (RPTRA Kalijodo), JPO Sahardjo (SD Menteng Atas), dan JPO Bintaro Permai (FO Bintaro Permai).
Dijelaskannya, untuk pembangunan satu JPO, dibutuhkan anggaran sebesar Rp 10 miliar. Untuk pembangunan JPO ini, Dinas Bina Marga mendapatkan rekomendasi dari Dinas Perhubungan DKI. Biasanya, di lokasi pembangunan JPO tersebut, sering terjadi kecelakaan lalu lintas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




