Perangi Politik Uang di Pilkada Bengkulu

Senin, 25 November 2019 | 15:12 WIB
U
JM
Penulis: Usmin | Editor: JEM
Ilustrasi Pilkada Serentak 2018.
Ilustrasi Pilkada Serentak 2018. (Antara)

Bengkulu, Beritasatu.com - Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengajak masyarakat daerah ini untuk memerangi  money politics atau praktik politik uang di Pilkada Serentak 2020 mendatang.

"Mari kita perangi praktik money politics atau politik uang pada Pilkada 2020 mendatang, dan sekaligus menyukseskan pesta demoktasi lima tahunan tersebut," kata Gubernur Rohidin Mersyah di Bengkulu, Senin (25/11/2019).

Ia mengatakan, pilkada merupakan bagian utama dari program pembangunan pemerintah yang harus disukseskan. Sedangkan suksesnya pilkada akan ditentukan kecerdasan pemilih, ketepatan dan nilai-nilai demokrasi yang dibangun pada saat penyelenggaraan Pilkada.

Untuk menyukseskan Pilkada 2020 yang tahapannya di-launching KPU Bengkulu pada Sabtu (23/11/2019) lalu, Gubernur Rohidin mengajak masyarakat Bengkulu  tak hanya memerangi praktik politik uang, tetapi juga kampanye hitam (black campaign) dan sikap apatis yang sering menciderai penyelenggaran pilkada.

"Untuk mewujudkan hal ini diperlukan dukungan dan partisipasi masyarakat yang setinggi-tingginya. Dengan demikian, pada akhirnya masyarakat cerdas untuk memilih pemimpin Bengkulu pada Pilkada 2020 mendatang," ujarnya.

Pada Pilkada Serentak 2020, ada 9 daerah akan menggelar pilkada, yakni Provinsi Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Utara, Lebong, Rejang Lebong, Kepahiang, Seluma, Kaur, Bengkulu Selatan, dan Mukomuko.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon