Umat Kristiani Diimbau Beribadah di Rumah

Sabtu, 28 Maret 2020 | 22:01 WIB
DM
AD
Penulis: Dina Manafe | Editor: ALD
Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama, Thomas Pentury
Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama, Thomas Pentury (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Penyebaran virus corona (Covid-19) sudah meluas sampai ke berbagai wilayah. Hari ini, Sabtu (28/3/2020), pemerintah melaporkan virus asal Wuhan, Tiongkok, ini sudah menginfeksi 1.155 orang di 29 provinsi. Untuk mencegah penyebaran yang lebih meluas, Kementerian Agama melalui Bimas Kristen mengimbau umat Kristiani di seluruh daerah untuk melaksanakan ibadah minggu maupun ibadah kategorial di rumah.

Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama, Thomas Pentury, mengatakan, pandemi Covid-19 menjadi persoalan rumit untuk bangsa Indonesia saat ini. Sebagai bagian dari bangsa ini, warga Kristen Indonesia harus mendukung pemerintah untuk mengendalikan eskalasi penyebaran virus ini.

"Kita harus punya sikap yang sama dengan pemerintah, yaitu menjaga jarak sosial dan jarak fisik. Caranya, untuk sementara ibadah minggu maupun ibadah kategorial dilakukan di rumah saja," kata Thomas kepada Beritasatu.com, Sabtu (28/63/2020) malam.

Imbauan untuk jaga jarak dengan beribadah dari rumah ini menurut Thomas berlaku untuk seluruh umat Kristen di seluruh daerah.

Soal persekutuan gereja setiap hari Minggu, Thomas mengatakan, bersekutu dengan Tuhan bisa dilakukan bersama-sama keluarga di rumah ataupun sendiri. Dalam perspektif doktrin Kristen, bersekutu itu memang wajib. Tetapi dalam perspektif lebih luas, Tuhan memberikan akal budi dan pengetahuan kepada manusia yang dipakai untuk melindungi diri sendiri maupun sesama manusia ketika dihadapkan dengan kondisi bahaya.

"Jadi bersekutu tidak dalam konteks yang kaku, harus datang ke gereja. Benar bahwa umat Kristen harus bersekutu di gereja, tapi dalam kondisi seperti ini, bersekutu dengan Tuhan bisa dilakukan bersama-sama keluarga di rumah atau sendiri pun bisa," kata Thomas

Thomas mengatakan, gereja harus mengambil sikap untuk tidak ikut sebagai pembawa virus ini terlepas dari doktrin yang ada. Sebagai manusia, warga gereja tidak hanya berpeluang untuk tertular, tetapi juga menjadi pembawa atau menularkan virus ini ke orang lain.

Karena itu, kegiatan ibadah yang dihadari banyak jemaat untuk sementara tidak dilakukan. Sambil jemaat mendoakan agar wabah ini cepat selesai, sehingga umat Kristen kembali bersekutu dalam ibadah seperti biasanya.

Thomas mengatakan, masih ada gereja yang karena doktrinnya meyakini bahwa Tuhan bisa mengusir segala bentuk penyakit. Secara iman Kristen hal ini benar dan tidak terbantahkan. Tetapi sekali lagi ia menekankan bahwa Tuhan memberikan kemampuan berpikir untuk melindungi diri sendiri dan orang lain

"Melindungi orang lain agar tidak tertular Covid-19 juga adalah bentuk dari mengasihi sesama manusia sebagaimana diajarkan Tuhan," jelasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon