Rabu hingga Jumat, Jakut Minus Tempe Tahu

Selasa, 24 Juli 2012 | 17:59 WIB
AN
B
Seorang perajin memproduksi tempe di sentra usaha tempe-tahu kawasan Bencongan, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (14/5). Melonjaknya harga kedelai lebih dari 15 persen, dari Rp5.600 per kilo menjadi Rp7.000 per kilo membuat perajin tahu dan tempe di wilayah tersebut mengalami kebingungan dalam menyikapii hat itu.
Seorang perajin memproduksi tempe di sentra usaha tempe-tahu kawasan Bencongan, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (14/5). Melonjaknya harga kedelai lebih dari 15 persen, dari Rp5.600 per kilo menjadi Rp7.000 per kilo membuat perajin tahu dan tempe di wilayah tersebut mengalami kebingungan dalam menyikapii hat itu. (Antarafoto)
Aksi mogok untuk mendorong pemerintah memperhatikan nasib perajin tempe.

Besok dipastikan tempe dan tahu menghilang dari peredaran di wilayah Jakarta Utara. Hilangnya kedua macam makanan khas Indonesia ini akibat gerakan mogok yang dilakukan para produsen tempe dan tahu.

Pemogokan tersebut merupakan dampak dari melambungnya harga kedelai. "Hilangnya tempe dan tahu ini akibat gerakan mogok kami yang berlangsung sejak Minggu hingga Selasa," kata Ketua Primer Koperasi Tempe dan Tahu Indonesia (Primkopti), Kalwi, hari ini.

Menurut Kalwi, pemogokan yang dirancang para perajin adalah dengan tidak menjual tempe dan tahu selama tiga hari, mulai Rabu besok hingga Jumat. Untuk itu, 811 perajin tempe dan tahu di Jakut tidak memproduksi tempe dan tahu sejak Minggu hingga Selasa ini.

Sebab, menurut Kalwi, setiap kali produksi tempe memakan waktu tiga hari hingga tempe tersebut dapat dikonsumsi. "Makanya, saat tempe hilang pada Rabu besok, saat itu kami mulai produksi lagi untuk penjualan hari Sabtu," tutur Kalwi.

Pemogokan ini, menurut Kalwi, sebagai dorongan kepada pemerintah agar dapat memperhatikan nasib perajin tempe. Itu juga sekaligus memberikan terapi kejut kepada konsumen agar dapat menerima kenaikan harga tempe yang diperkirakan mencapai Rp500 per potong untuk tempe lenjer sepanjang jengkal tangan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon