Tersangka Korupsi Alquran Hadiri Buka Bersama MKGR
Senin, 6 Agustus 2012 | 19:21 WIB
Zulkarnaen Djabar hadir mengenakan atasan putih dan celana hitam duduk sejajar dengan Ketua MKGR, Priyo Budi Santoso.
Tersangka korupsi pengadaan Al-quran, Zulkarnaen Djabar, diprotes massa saat hadir dalam acara buka puasa bersama anak yatim di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, di Slipi, Jakarta.
Massa yang mengatasnamakan Pergerakan Pemuda Islam (PPI) itu meminta agar Ketua Umum Aburizal Bakrie memecat anggota komisi agama yang kini menjadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut.
"Kami meminta Aburizal Bakrie bertindak secepatnya memproses pemecatan saudara Zulkarnaen Djabar dan menariknya dari Komisi VIII," kata Muhammad Aji Kurniawan, saat memimpin massa PPI di depan pintu gerbang kantor DPP Golkar, Jakarta, sore ini.
Aji mengatakan, jika Djabar tidak dipecat maka akan mempengaruhi suara Golkar pada Pemilu 2014. "Kasus ini akan berdampak pada pencalonan bapak Aburizal Bakrie selaku etua umum untuk calon presiden," lanjut pria berbaju koko putih dan berkopiah tersebut.
Agar massa tidak sampai merangsek masuk ke dalam komplek kantor DPP, petugas keamanan dan sejumlah polisi menutup pintu gerbang depan DPP. Terbilang tak sampai 100 orang pengunjuk rasa dan unjuk rasa bubar sekitar setengah jam sebelum pukul enam sore, waktu berbuka puasa.
Di dalam dan di luar aula, sekitar 3.000 anak yatim dari beberapa panti asuhan dijamu berbuka puasa oleh Musyawarah Kekeluargaan Gotong Rotong (MKGR), ormas sayap partai Golkar. Zulkarnaen hadir mengenakan atasan putih dan celana hitam duduk sejajar dengan Ketua MKGR, Priyo Budi Santoso di bagian depan aula. Aburizal Bakrie belum terlihat di lokasi buka puasa bersama.
Sementara itu, pedangdut lawas A. Rafiq memberikan ceramah sebelum waktu berbuka puasa. Dalam akhir ceramahnya, A.Rafig sempat mengatakan bahwa putranya kini sedang diuji dalam kasus pengadaan Al Quran.
Tak hanya Zulkarnaen Djabar yang kini menjadi tersangka lembaga antirasuah, putranya Dendy Prasetya yang merupakan pengurus MKGR juga turut terseret. Sementara putra A.Rafiq yakni Fadh Rafiq juga didengus terlibat atas kasus pengadaan kitab suci yang ditengarai berbau korupsi hingga Rp 35 miliar itu.
Tersangka korupsi pengadaan Al-quran, Zulkarnaen Djabar, diprotes massa saat hadir dalam acara buka puasa bersama anak yatim di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, di Slipi, Jakarta.
Massa yang mengatasnamakan Pergerakan Pemuda Islam (PPI) itu meminta agar Ketua Umum Aburizal Bakrie memecat anggota komisi agama yang kini menjadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut.
"Kami meminta Aburizal Bakrie bertindak secepatnya memproses pemecatan saudara Zulkarnaen Djabar dan menariknya dari Komisi VIII," kata Muhammad Aji Kurniawan, saat memimpin massa PPI di depan pintu gerbang kantor DPP Golkar, Jakarta, sore ini.
Aji mengatakan, jika Djabar tidak dipecat maka akan mempengaruhi suara Golkar pada Pemilu 2014. "Kasus ini akan berdampak pada pencalonan bapak Aburizal Bakrie selaku etua umum untuk calon presiden," lanjut pria berbaju koko putih dan berkopiah tersebut.
Agar massa tidak sampai merangsek masuk ke dalam komplek kantor DPP, petugas keamanan dan sejumlah polisi menutup pintu gerbang depan DPP. Terbilang tak sampai 100 orang pengunjuk rasa dan unjuk rasa bubar sekitar setengah jam sebelum pukul enam sore, waktu berbuka puasa.
Di dalam dan di luar aula, sekitar 3.000 anak yatim dari beberapa panti asuhan dijamu berbuka puasa oleh Musyawarah Kekeluargaan Gotong Rotong (MKGR), ormas sayap partai Golkar. Zulkarnaen hadir mengenakan atasan putih dan celana hitam duduk sejajar dengan Ketua MKGR, Priyo Budi Santoso di bagian depan aula. Aburizal Bakrie belum terlihat di lokasi buka puasa bersama.
Sementara itu, pedangdut lawas A. Rafiq memberikan ceramah sebelum waktu berbuka puasa. Dalam akhir ceramahnya, A.Rafig sempat mengatakan bahwa putranya kini sedang diuji dalam kasus pengadaan Al Quran.
Tak hanya Zulkarnaen Djabar yang kini menjadi tersangka lembaga antirasuah, putranya Dendy Prasetya yang merupakan pengurus MKGR juga turut terseret. Sementara putra A.Rafiq yakni Fadh Rafiq juga didengus terlibat atas kasus pengadaan kitab suci yang ditengarai berbau korupsi hingga Rp 35 miliar itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




