Alquran Kini Sudah Ada dalam Terjemahan Bahasa Sasak
Rabu, 8 Agustus 2012 | 13:53 WIB
"Edisi pertama sebanyak 6.000 eksemplar."
Untuk meningkatkan pemahaman agama Islam melalui Alquran di berbagai daerah, maka diperlukan Alquran dengan terjemahan bahasa daerah setempat. Hal itu dilakukan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Pemprov NTB mendistribusikan terjemahan Alquran dalam bahasa Sasak atau bahasa daerah suku di Pulau Lombok, untuk pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam lainnya.
"Edisi pertama sebanyak 6.000 eksemplar, yang didistribusikan ke berbagai pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam lainnya," kata Kabag Humas dan Protokoler Setda NTB Tri Budiprayitno di Mataram, hari ini.
Ia mengatakan, terjemahan Alquran dalam bahasa Sasak itu diserahkan Ketua Tim Penerjemah H Ruba'i Ahmad kepada Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, saat peringatan Nuzulul Quran, 17 Ramadhan 1433 Hijriah, atau 6 Agustus 2012.
Peringatan Nuzulul Quran itu digelar di Masjid Raya At Taqwa Mataram, seusai peletakan batu pertama pembangunan menara 99 (minaret) Masjid Akbar "Islamic Center" NTB, yang terletak di jantung Kota Mataram.
Terjemahan Alquran dalam bahasa Sasak itu merupakan karya anggota Forum Komunikasi Alumni Timur Tengah.
Terjemahan Alquran dalam bahasa Sasak itu dinamakan Juz Am'ma Al Majdi, sebagai bentuk penghargaan terhadap keluarga besar Majdi.
Zainul Majdi selaku Gubernur NTB periode 2008-2013 itu, juga merupakan anggota Forum Komunikasi Timur Tengah. Zainul alumni program doktor tafsir Al Quran dari Universitas Al Azhar Kairo, Mesir.
Hanya saja, terjemahan Al Quran dalam bahasa Sasak itu baru mencakup satu juz, dan tim penerjemah akan merampungkan 29 juz lainnya.
Selain akan melanjutkan terjemahan juz berikutnya, Forum Komunikasi Alumni Timur Tengah itu juga akan menciptakan karya terjemahan Alquran dalam Bahasa Samawa (Suku Sumbawa) dan Mbojo (suku Bima dan Dompu).
"Tentu isi kandungan Alquran akan lebih mudah dipahami jika diterjemahkan dalam bahasa ibu," ujar Tri.
Untuk meningkatkan pemahaman agama Islam melalui Alquran di berbagai daerah, maka diperlukan Alquran dengan terjemahan bahasa daerah setempat. Hal itu dilakukan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Pemprov NTB mendistribusikan terjemahan Alquran dalam bahasa Sasak atau bahasa daerah suku di Pulau Lombok, untuk pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam lainnya.
"Edisi pertama sebanyak 6.000 eksemplar, yang didistribusikan ke berbagai pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam lainnya," kata Kabag Humas dan Protokoler Setda NTB Tri Budiprayitno di Mataram, hari ini.
Ia mengatakan, terjemahan Alquran dalam bahasa Sasak itu diserahkan Ketua Tim Penerjemah H Ruba'i Ahmad kepada Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, saat peringatan Nuzulul Quran, 17 Ramadhan 1433 Hijriah, atau 6 Agustus 2012.
Peringatan Nuzulul Quran itu digelar di Masjid Raya At Taqwa Mataram, seusai peletakan batu pertama pembangunan menara 99 (minaret) Masjid Akbar "Islamic Center" NTB, yang terletak di jantung Kota Mataram.
Terjemahan Alquran dalam bahasa Sasak itu merupakan karya anggota Forum Komunikasi Alumni Timur Tengah.
Terjemahan Alquran dalam bahasa Sasak itu dinamakan Juz Am'ma Al Majdi, sebagai bentuk penghargaan terhadap keluarga besar Majdi.
Zainul Majdi selaku Gubernur NTB periode 2008-2013 itu, juga merupakan anggota Forum Komunikasi Timur Tengah. Zainul alumni program doktor tafsir Al Quran dari Universitas Al Azhar Kairo, Mesir.
Hanya saja, terjemahan Al Quran dalam bahasa Sasak itu baru mencakup satu juz, dan tim penerjemah akan merampungkan 29 juz lainnya.
Selain akan melanjutkan terjemahan juz berikutnya, Forum Komunikasi Alumni Timur Tengah itu juga akan menciptakan karya terjemahan Alquran dalam Bahasa Samawa (Suku Sumbawa) dan Mbojo (suku Bima dan Dompu).
"Tentu isi kandungan Alquran akan lebih mudah dipahami jika diterjemahkan dalam bahasa ibu," ujar Tri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




