Pentingnya Higienitas Rongga Mulut dan Tenggorok Selama Pandemi Covid-19

Rabu, 8 Juli 2020 | 20:24 WIB
IH
JS
Penulis: Indah Handayani | Editor: JAS
Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut, Prof drg Rahmi Amtha MDS SpPM PhD.
Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut, Prof drg Rahmi Amtha MDS SpPM PhD. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Virus SARS Cov-2 paling banyak ditemukan di area tenggorok atau tepatnya di nasofaring dan oropharink dan menjadi reservoir utama penyebaran droplet atau aerosol. Jumlah virus pada pasien orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pemantauan (ODP), dan pasien dalam pengawasan (PDP) pun serupa yang ditemukan di daerah itu. Untuk itu, menjaga higienitas atau kebersihan mulut dan tenggorok merupakan hal yang penting dilakukan, terutama selama pandemi Covid-19.

Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut, Prof drg Rahmi Amtha MDS SpPM PhD menjelaskan rongga mulut merupakan tempat koloni mikroorganisme yang bersinergi, pada kondisi itu infeksi rongga mulut jarang terjadi. Namun, hal itu akan terjadi apabila ada perubahan kondisi mulut seperti kerusakan jaringan lunak (sariawan), tindakan gigi (misalnya cabut gigi, pembersihan karang gigi), perubahan kondisi mulut karena obat-obatan (misalnya xerostmia), dan penurunan imun akibat penyakit dalam.

"Biasanya ditangani dengan pembersihan mekanik dan anitseptik rongga mulut," ungkapnya di sela Virtual Media Briefing "Update Terkini Studi In Vitro Betadine (PVP-I) dalam Melawan Virus SARS CoV-2 dan Rekomendasi Ahli terkait Perlindungan Tambahan untuk Meminimalisir Potensi Infeksi Silang selama Pandemi Covid-19".

Untuk penggunaan antiseptik rongga mulut, Rahmi mengatakan sebaiknya dilakukan dengan cara gargle atau berkumur sampai rongga tenggorokan dengan cairan kumur yang mengandung antiseptik. Gargle adalah mengocok cairan di pangkal tenggorokan dengan menengadahkan kepala ke belakang 45 derajat, buka mulut, dan keluarkan napas melalui mulut sehingga bunyi "ahhh" hingga cairan bergelembung.

Gargle pun telah dikenal manfaatnya dalam pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), seperti penurunan 36 persen terjadinya ISPA, penurunan demam pada anak-anak. Gargle dianggap sebagai suatu cara yang efektif dan tepat untuk menjaga higienitas tenggorok dan mencegah demam pada anak-anak.

"Di Jepang bahkan mengeluarkan panduan menganjurkan gargle sebagai salah satu cara pencegahan ketika terjadi pandemi influenza," tegasnya.

Menurut Rahmi, salah satu gargle yang efektif adalah dengan menggunakan Povidone Iodin atau PVP-I. Dalam berbagai penelitian PVP-I juga efektif dalam mengurangi keparahan dan mempercepat durasi dari infeksi saluran napas atas seperti common cold, influenza, dan radang amandel kerongkongan. PVP-I pada pasien penyakit kritis yang menggunakan ventilatof untuk menegah timbulnya radang paru yang diakibatkan ventilator.

Bahkan dalam riset laboratorium di Singapura PVP-I terhadap SARS Cov-2 di Singapura menunjukan berbagai konsentrasi PVP-I yang terkandung dalam keempat produk Betadine mampu membunuh 99,99 persen virus SARS Cov-2 dalam 30 detik, di mana ini menujnjukan kemampuan membuhun virus yang sangat kuat.

Terbaru, lanjut Rahmi, di Malaysia hasil riset menunjukkan berbagai konsentrasi PVP-I yang terkandung dalam produk Betadine mouthwash dan gargle mampu membunuh 99,99 persen virus SARS Cov-2 dalam 15 detik. Ini menunjukkan kemampuan membunuh virus yang sangat kuat. Dengan hasil tersebut, untuk itu direkomendasikan untuk melakukan gargle pada siapa saja yang menjadi prosedur berisiko tinggi, seperti pasien positif Covid-19 dan tenaga media.

"Ber-gargle dengan PVP-I dilakukan setiap 2-3 jam sekali dalam 4 kali per hari," tutupnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon