Emrus: Bubarkan 18 Lembaga, Jokowi Jadi Teladan Pemimpin Extraordinary
Jumat, 17 Juli 2020 | 14:51 WIBJakarta, Beritasatu.com - Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing, menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan kepiawaianya sebagai teladan pemimpin extraordinary, karena ketika di tengah negeri menghadapi Covid-19 dengan segala konsekuensinya, memutuskan untuk membubarkan 18 lembaga yang membebani anggaran negara.
Menurut Emrus, Presiden Joko Widodo acap kali muncul dengan gagasan, ide, rencana, kebijakan, keputusan, program yang bertujuan menyelamatkan 260 juta lebih penduduk Indonesia. Menurutnya, Jokowi terbukti sebagai pemimpin siap mengambil resiko asal untuk kepentingan rakyat yang lebih luas.
"Banyak hal pemikiran dan tindakannya sangat luar biasa dan mengejutkan kita. Boleh jadi belum terpikirkan oleh para pembantunya dan banyak orang dalam rangka negeri ini bisa mempercepat penanganan dan mengatasi berbagai persoalan terkait dengan Covid-19," kata Emrus, Kamis (16/7/2020).
Dia mencatat, Pemerintahan Joko Widodo telah mewacanakan pembubaran 18 lembaga yang dasar pendiriannya merupakan prerogatif presiden. Rencana ini sangat baik dan perlu didukung penuh. Bahkan dalam pekan ini DPR telah memberi sinyal "lampu hijau" yang berarti persetujuan pembubaran tersebut. Dengan demikian, dipastikan terjadi efisiensi yang luar biasa dalam penyelenggaraan pemerintahan ke depan tanpa batas waktu.
Bahkan menurut hemat saya, tentu bila memungkinkan, tidak hanya pembubaran 18 lembaga, tetapi semua instansi di bawah pemerintah yang kegunaan dan manfaatnya sangat-sangat rendah.
"Bahkan ada beberapa lembaga tersebut, terdengar pun tidak. Itu semua harus dibubarkan, sehingga dana APBN tersebut dapat dialokasikan ke sektor yang lebih produktif terkait dengan penanganan seluruh dampak Covid-19," pungkas Emrus.
Dia menyarankan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi supaya terus melakukan pengkajian mendalam dan holistik. Sehingga bisa mengajukan ke presiden minimal lima lembaga lainnya yang pantas dibubarkan dalam satu bulan.
"Sampai pada akhirnya, semua lembaga yang selama ini antara ada dan tiada, mending ditiadakan saja," kata Emrus.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




