Sumut Kembali Berduka, Satu Lagi Dokter Meninggal Dunia karena Terpapar Covid-19

Selasa, 4 Agustus 2020 | 12:50 WIB
AS
JM
Penulis: Arnold H Sianturi | Editor: JEM
Keluarga Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Medan, Sumatera Utara, menyampaikan turut dukacita atas wafatnya para dokter yang terlibat dalam penanganan Covid-19 di daerah ini, selama April-Agustus 2020.
Keluarga Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Medan, Sumatera Utara, menyampaikan turut dukacita atas wafatnya para dokter yang terlibat dalam penanganan Covid-19 di daerah ini, selama April-Agustus 2020. (Istimewa)

Medan, Beritasatu.com - Kabar dukacita kembali menerpa tenaga medis di Sumatera Utara (Sumut). Seorang dokter kembali meninggal dunia akibat terpapar Covid-19. Dengan demikian, sudah 10 orang dokter di daerah itu yang menjadi korban ganasnya serangan virus mematikan yang belum ada vaksinya itu.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Medan Wijaya Juwarna mengatakan, dokter yang meninggal dunia adalah dokter Ahmad Rasyidi Siregar, yang meninggal dunia setelah dua pekan menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Siloam Medan.

"Iya benar, gugur lagi senior kita dokter Ahmad Rasyidi Siregar. Semoga darmabakti, dedikasi, dan pengabdian beliau akan menjadi suri teladan, mendorong semangat bagi tenaga kesehatan dan relawan melawan Covid-19," ujar Wijaya, Selasa (4/8/2020).

Selain Ahmad Rasyidi, 9 dokter lain anggota IDI Medan yang meninggal dunia  yakni, dr Ucok Martin SpP, dr Irsan Nofi Hardi Nara Lubis SpS, dr Anna Mari Ulina Bukit, dr Aldreyn Asman Aboet SpAN, KIC, dan juga dr Andika Kesuma Putra, SpP (K).

Kemudian, 4 orang dokter lainnya yang meninggal karena Covid-19 ini, yakni dr Herwanto SpB dari IDI Kisaran, dr Maya Norismal Pasaribu dari IDI Labuhanbatu Utara, dr M Hatta Lubis SpPD dari IDI Padang Sidimpuan, dan dr H Muhammad Arifin Sinaga MAP dari IDI Langkat.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan, Mardohar Tambunan mengatakan, kondisi Ahmad Rasyidi saat menjalani perawatan tidak stabil. Ahmad Rasyidi sempat membaik namun kembali mengalami kritis.

"Kondisinya naik turun karena pengaruh virus corona di dalam tubuhnya. Kita tidak bisa memprediksi respon tubuh pasien akibat terpapar Covid-19. Mungkin ini memang bagian dari kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Kita tak bisa menolak," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan juga membenarkan Ahmad Rasyidi Siregar, yang dikenal sebagai dokter spesialis bedah, gugur dalam menjalankan tugas. Istri Ahmaf Rasyidi, Bidasari Lubis, yang juga seorang dokter, turut terpapar Covid-19.

"Istri almarhum masih dalam perawatan petugas medis. Semoga istri almarhum dapat disembuhkan. Petugas kesehatan juga sudah melakukan testing, tracing dan treatment (3T) secara masif terhadap orang orang yang melakukan kontak erat," sebutnya. 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon