Komunikasi Nonverbal Tingkatkan Percaya Diri Anak
Selasa, 28 Agustus 2012 | 13:43 WIB
Dari semua bahasa nonverbal, sentuhan adalah yang paling utama
Anak yang sering disentuh, dipeluk, dan dicium oleh ayah dan ibunya akan tumbuh menjadi anak yang percaya diri dan cerdas.
Demikian yang diungkapkan dalam talkshow Pahami Bahasa Non Verbal untuk Tingkatkan Percaya Diri Anak yang digelar Daycare Unilever 2012 di Jakarta, Senin (27/8).
Dr Atilla Dewanti SpA dari Brawijaya Women & Children Hospital menjelaskan, anak tidak hanya butuh bahasa verbal, tetapi juga bahasa nonverbal, seperti sentuhan, senyuman, dan perhatian.
"Pada bayi, bahasa nonverbal yang sering dilakukan ayah dan ibu bisa merangsang terbentuknya sinaps syaraf otak sehingga bayi tumbuh cerdas. Selain itu, ini juga bisa memperkuat ikatan (bonding) antara ayah, ibu, dan anak," jelas dr Atilla.
Dia menegaskan, dari semua bahasa nonverbal, sentuhan adalah yang paling utama.
"Yang penting skin to skin contact. Ini bisa merangsang kecerdasan anak," tegas dia lagi.
Ada banyak sentuhan yang bisa dilakukan orangtua, menggendong, memeluk, mencium, hingga melakukan pemijatan kepada bayi.
Para ayah, kata Atilla, sebaiknya juga mengambil peran ini dengan mau menggendong setiap hari hingga ikut memandikan bayi.
"Untuk para ibu, melakukan pijat bayi juga bisa dilakukan sendiri di rumah. Sentuhan pada pijatan dapat meningkatkan syaraf sensorik dan motorik bayi," jelas dia.
Atilla pun mengungkapkan, betapa dahsyatnya pengaruh pijatan pada bayi. Penelitian di Amerika Serikat mengungkapkan, pijatan pada bayi prematur selama 15 hari berturut-turut dapat meningkatkan berat badan bayi sebesar 47%.
"Ini karena pijatan merangsang syaraf-syaraf tubuhnya, termasuk syaraf perut sehingga mengurangi angka kejadian kolik dan bayi pun tumbuh lebih sehat," urai dia.
Saat memijat bayi yang umurnya belum genap sebulan, kata Atilla, bukalah telapak tangannya. Bayi berusia tersebut, umumnya telapak tangannya masih tergenggam.
"Bukalah untuk membersihkan kotoran dan merangsang syaraf sensoriknya. Kalau bayi masih ter us menggenggam sampai usia empat bulan, harus segera konsultasi ke dokter karena ini tidak normal," ujar dia.
Pijat bayi juga dilakukan aktris Dian Sastrowardoyo. Ritual pijat dilakukan setiap hari sebelum bayinya (8 bulan) mandi.
"Saya belajar pijat bayi dari suster rumah sakit. Dia termasuk anak yang gak bisa diam sehingga saya putarkan musik spa seperti di tempat-tempat spa. Sehabis itu, baru dia mandi dan ini menjadi hal yang menyenangkan buat anakku," ujar Dian yang bahagia bayi lelakinya tumbuh sehat.
Dr Johny Sulistio, senior medical advisor PT Unilever Indonesia Tbk sekaligus ketua pelaksana Daycare Unilever 2012 mengatakan, Daycare ini lebih dari sekadar penitipan dan perawatan anak.
"Daycare dirancang khusus untuk memberikan aktivitas dan edukasi nonformal yang membantu anak menjadi percaya diri dan menyiapkan kemandirian, menstimulasi kecerdasan intelegensia, daya imajinasi, dan emosional anak," ujar dr Johny.
Beragam aktivitas itu adalah menggambar, menari, membuat kerajinan dan seni, memasak, dan ilmu pengetahuan lainnya. Juga digelar story telling dan fieldtrip ke Pasir Mukti dan JN Studio Istal Kuda.
Anak yang sering disentuh, dipeluk, dan dicium oleh ayah dan ibunya akan tumbuh menjadi anak yang percaya diri dan cerdas.
Demikian yang diungkapkan dalam talkshow Pahami Bahasa Non Verbal untuk Tingkatkan Percaya Diri Anak yang digelar Daycare Unilever 2012 di Jakarta, Senin (27/8).
Dr Atilla Dewanti SpA dari Brawijaya Women & Children Hospital menjelaskan, anak tidak hanya butuh bahasa verbal, tetapi juga bahasa nonverbal, seperti sentuhan, senyuman, dan perhatian.
"Pada bayi, bahasa nonverbal yang sering dilakukan ayah dan ibu bisa merangsang terbentuknya sinaps syaraf otak sehingga bayi tumbuh cerdas. Selain itu, ini juga bisa memperkuat ikatan (bonding) antara ayah, ibu, dan anak," jelas dr Atilla.
Dia menegaskan, dari semua bahasa nonverbal, sentuhan adalah yang paling utama.
"Yang penting skin to skin contact. Ini bisa merangsang kecerdasan anak," tegas dia lagi.
Ada banyak sentuhan yang bisa dilakukan orangtua, menggendong, memeluk, mencium, hingga melakukan pemijatan kepada bayi.
Para ayah, kata Atilla, sebaiknya juga mengambil peran ini dengan mau menggendong setiap hari hingga ikut memandikan bayi.
"Untuk para ibu, melakukan pijat bayi juga bisa dilakukan sendiri di rumah. Sentuhan pada pijatan dapat meningkatkan syaraf sensorik dan motorik bayi," jelas dia.
Atilla pun mengungkapkan, betapa dahsyatnya pengaruh pijatan pada bayi. Penelitian di Amerika Serikat mengungkapkan, pijatan pada bayi prematur selama 15 hari berturut-turut dapat meningkatkan berat badan bayi sebesar 47%.
"Ini karena pijatan merangsang syaraf-syaraf tubuhnya, termasuk syaraf perut sehingga mengurangi angka kejadian kolik dan bayi pun tumbuh lebih sehat," urai dia.
Saat memijat bayi yang umurnya belum genap sebulan, kata Atilla, bukalah telapak tangannya. Bayi berusia tersebut, umumnya telapak tangannya masih tergenggam.
"Bukalah untuk membersihkan kotoran dan merangsang syaraf sensoriknya. Kalau bayi masih ter us menggenggam sampai usia empat bulan, harus segera konsultasi ke dokter karena ini tidak normal," ujar dia.
Pijat bayi juga dilakukan aktris Dian Sastrowardoyo. Ritual pijat dilakukan setiap hari sebelum bayinya (8 bulan) mandi.
"Saya belajar pijat bayi dari suster rumah sakit. Dia termasuk anak yang gak bisa diam sehingga saya putarkan musik spa seperti di tempat-tempat spa. Sehabis itu, baru dia mandi dan ini menjadi hal yang menyenangkan buat anakku," ujar Dian yang bahagia bayi lelakinya tumbuh sehat.
Dr Johny Sulistio, senior medical advisor PT Unilever Indonesia Tbk sekaligus ketua pelaksana Daycare Unilever 2012 mengatakan, Daycare ini lebih dari sekadar penitipan dan perawatan anak.
"Daycare dirancang khusus untuk memberikan aktivitas dan edukasi nonformal yang membantu anak menjadi percaya diri dan menyiapkan kemandirian, menstimulasi kecerdasan intelegensia, daya imajinasi, dan emosional anak," ujar dr Johny.
Beragam aktivitas itu adalah menggambar, menari, membuat kerajinan dan seni, memasak, dan ilmu pengetahuan lainnya. Juga digelar story telling dan fieldtrip ke Pasir Mukti dan JN Studio Istal Kuda.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




