Kunjungi Pelabuhan Bima, Mendes PDTT Tinjau Program Tol Laut

Sabtu, 7 November 2020 | 15:34 WIB
JS
JS
Penulis: Jayanty Nada Shofa | Editor: JNS
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyambangi Pelabuhan Bima, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (7/11/2020).
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyambangi Pelabuhan Bima, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (7/11/2020). (Istimewa)

Bima, Beritasatu.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar alias Gus Menteri menyambangi Pelabuhan Bima, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (7/11/2020).

Dalam kunjungannya ke Pelabuhan Bima, Gus Menteri meninjau langsung program Tol Laut, yang termasuk dalam rangkaian program andalan Presiden Joko Widodo (Jokowi), hingga Pelabuhan Maumere.

Tiba di Pelabuhan Bima, Gus Menteri bersama Nyai Lilik Umi Nashriyah langsung meninjau container way di pelabuhan dengan menggunakan alat pelindung diri (APD). Selama di terminal kontainer yang dikelola Pelindo III itu, Gus Menteri melihat langsung fasilitas yang dimiliki dan mengamati secara langsung alur distribusi barang yang masuk.

Gus Menteri kemudian melihat langsung pelabuhan rakyat yang masih menjadi bagian tol laut tersebut. Kemudian, dirinya beserta rombongan berpindah ke Kantor Syahbandar dan Operasional Pelabuhan (KSOP) untuk mendengarkan perkembangan  program Tol Laut di pelabuhan dari Kepala KSOP Ilyas M Natsir.

Ilyas mengatakan, Pelabuhan Bima tidak hanya melayani penumpang, tapi juga alur distribusi barang, termasuk hasil pertanian seperti jagung dan bawang. Pelabuhan ini juga ternyata melayani distribusi pengiriman hewan ke sejumlah daerah. Dirinya berharap adanya penambahan rute Tol Laut hingga ke Timika karena petani bawang memasarkan produknya hingga ke wilayah tersebut.

Ilyas pun berencana menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk bekerja sama. Namun, format kerja sama ini masih sedang dimatangkan. 

Menanggapi hal tersebut, Gus Menteri menjelaskan Kemdes PDTT memang telah membangun ekosistem untuk produk-produk hasil pertanian. Oleh karena itu, penting juga agar produk-produk pertanian NTB itu dipasarkan ke luar wilayah dengan menggunakan Tol Laut.

Namun, kata Gus Menteri, harga tol laut harus dievaluasi kembali agar bisa lebih berkembang nantinya.

"Saya pernah kirim barang ke Australia masih lebih murah timbang kirim ke Timika," kata Gus Menteri, sebagaimana dikutip dari keterangan resminya.

Gus Menteri menjelaskan, harga yang lebih murah tersebut karena kapal yang balik dari Australia muatannya tidak kosong. Sementara itu, kapal dari Timika terkadang kosong sehingga menjadi beban.

"Olehnya, kita optimalkan dulu semua potensi yang ada. Semua pihak harus berperan agar terjadi percepatan," tutup Gus Menteri.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon