Bandara Supadio Lumpuh Akibat Kabut Asap

Selasa, 4 September 2012 | 16:12 WIB
AC
B
Penulis: Antara/ Wisnu Cipto | Editor: B1
ilustrasi-kebakaran hutan.
ilustrasi-kebakaran hutan. (Antarafoto)
Jarak pandang Bandara Supadio berada di bawah 500 meter akibat kabut asap.

Ribuan penumpang dari dan akan ke bandara Supadio Pontianak terpaksa harus menunda keberangkatannya karena aktivitas penerbangan di bandara tersebut lumpuh akibat kabut asap.

"Sebanyak enam maskapai penerbangan dari bandara Supadio menuju ke Jakarta dan daerah lainnya terpaksa menunda penerbangannya selama satu jam, tadi pagi karena jarak pandang yang tidak memungkinkan untuk melakukan penerbangan," kata Kepala Dinas Operasi PT Angkasa Pura II cabang bandara Supadio Pontianak, Syarif Usmulyani di Sungai Raya, hari ini.

Usmulyani menjelaskan, sekitar pukul 06.00, saat bandara Supadio dibuka, jarak pandang berada di bawah 500 meter. Hal itu tidak memungkinkan untuk melakukan penerbangan, karena jarak pandang maksimal untuk penerbangan sekitar 600 hingga 800 meter.

"Namun, sekitar pukul 07.00 jarak pandang kembali normal, sekitar 600 meter, sehingga pada pukul 08.00 persawat baru bisa melakukan penerbangan. Jadi, enam paskapai penerbangan, Batavia, Garuda, Lion, Sriwijaya, Trigana dan Kalstar baru bisa terbang," katanya.

Menuurut dia, hal tersebut sudah terjadi sejak Senin kemarin. Jarak pandang di bandara Supadio pada malam dan pagi hari, tidak memungkinkan untuk melakukan penerbangan.

Usmulyani menambahkan, akibat terjadi penundaan keberangkatan pada pagi hari tadi telah berdampak pada keberangkatan selanjutnya, bahkan sampai sore ini, penundaan keberangkatan masih terjadi.

"Penundaan keberangkatan pagi tadi jelas menimbulkan efek domino bagi jadwal penerbangan selanjutnya dan itu yang mengakibatkan ribuan penumpang terpaksa ditunda keberangkatannya. Karena, pada satu kali penerbangan, pesawat biasanya mengangkut 160 orang penumpang dan jika dikalikan dengan 20 kali saja penerbangan dalam sehari, sudah berapa ribu penumpang yang merugi," tuturnya.

Ditambahkan Usmulyani, PT. Angkasapura sendiri tidak bisa melakukan tindakan konkrit untuk mengatasi kabut asap yang kerap terjadi di bandara tersebut.

"Kita hanya bisa meminta kepada pemerintah setempat untuk bisa mencegah pembakaran lahan melalui sosialisasi dan langkah konkrit kepada masyarakat. Karena kalau sampai hal ini terjadi, buklan hanya penerbangan yang lumpuh, bahkan transportasi lainnya juga akan lumpuh," tuturnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon