Seruan untuk Turis Masa Kini: Stop Mencuri!
Selasa, 4 September 2012 | 18:09 WIB
Makin banyak turis yang mengambil potongan benda dari tempat yang dikunjungi.
Di berbagai tempat wisata saat ini, banyak ditempeli pengumuman peringatan untuk tidak mengambil benda apa pun yang ada di lokasi wisata. Namun ternyata inilah yang menjadi kecenderungan turis masa kini.
Saat ini ada banyak laporan tentang turis yang membawa potongan Tembok China, membawa penguin hidup, dan suvenir-suvenir unik yang dia kira bisa masuk ke dalam kopernya.
Peringatan terbaru kepada turis yang ingin mencuri datang dari Boracay Island di Filipina, tempat pasir putihnya sering diambil turis-turis. Merespon ancaman terhadap sumber daya alam ini, petugas local mulai mengeluarkan peraturan pada minggu lalu untuk menindak tegas mereka yang mencuri pasir atau kerikil dari destinasi paling top di Filipina itu.
Seperti dilaporkan oleh Manila Bulletin, pengumuman itu bertuliskan: Boracay Island, sebuah maha karya alam yang dikaruniakan oleh Yang Maha Kuasa dengan pasir putih yang secara bertahap dikuras oleh keegoisan manusia yang tidak memperhitungkan konsekuensi.”
Penalti baru untuk pencurian pasir yang pertama kali diberlakukan di Boracay akan berupa uang senilai US$60 atau penjara antara satu bulan hingga enam bulan.
Meski hukuman baru ini berfungsi atau tidak, namun satu hal yang penting: Turis yang rakus akan berlanjut melakukan tindakan egois di seluruh dunia.
Pada Juni, The Telegraph melaporkan bahwa turis-turis di Italia sering ditangkap mencuri batu tegel yang sebenarnya karya mozaik dari situs-situs Romawi kuno
Pada April, Daily Mail melaporkan bahwa tiga warga negara Inggris telah dituduh mencuri seekor penguin dari taman laut Australia. Letih namun tidak terluka, penguin berusia tujuh tahun bernama Dirk ini ditemukan dan dikembalikan ke taman yang menjadi rumahnya dan pasangannya, Peaches.
Petugas dan ahli arkeologi di China telah lama mengkhawatirkan tentang perusakan besar-besaran yang terjadi di Tembok China karena banyak yang mengutil potongan tembok itu.
Di berbagai tempat wisata saat ini, banyak ditempeli pengumuman peringatan untuk tidak mengambil benda apa pun yang ada di lokasi wisata. Namun ternyata inilah yang menjadi kecenderungan turis masa kini.
Saat ini ada banyak laporan tentang turis yang membawa potongan Tembok China, membawa penguin hidup, dan suvenir-suvenir unik yang dia kira bisa masuk ke dalam kopernya.
Peringatan terbaru kepada turis yang ingin mencuri datang dari Boracay Island di Filipina, tempat pasir putihnya sering diambil turis-turis. Merespon ancaman terhadap sumber daya alam ini, petugas local mulai mengeluarkan peraturan pada minggu lalu untuk menindak tegas mereka yang mencuri pasir atau kerikil dari destinasi paling top di Filipina itu.
Seperti dilaporkan oleh Manila Bulletin, pengumuman itu bertuliskan: Boracay Island, sebuah maha karya alam yang dikaruniakan oleh Yang Maha Kuasa dengan pasir putih yang secara bertahap dikuras oleh keegoisan manusia yang tidak memperhitungkan konsekuensi.”
Penalti baru untuk pencurian pasir yang pertama kali diberlakukan di Boracay akan berupa uang senilai US$60 atau penjara antara satu bulan hingga enam bulan.
Meski hukuman baru ini berfungsi atau tidak, namun satu hal yang penting: Turis yang rakus akan berlanjut melakukan tindakan egois di seluruh dunia.
Pada Juni, The Telegraph melaporkan bahwa turis-turis di Italia sering ditangkap mencuri batu tegel yang sebenarnya karya mozaik dari situs-situs Romawi kuno
Pada April, Daily Mail melaporkan bahwa tiga warga negara Inggris telah dituduh mencuri seekor penguin dari taman laut Australia. Letih namun tidak terluka, penguin berusia tujuh tahun bernama Dirk ini ditemukan dan dikembalikan ke taman yang menjadi rumahnya dan pasangannya, Peaches.
Petugas dan ahli arkeologi di China telah lama mengkhawatirkan tentang perusakan besar-besaran yang terjadi di Tembok China karena banyak yang mengutil potongan tembok itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




