Waspadai Penjualan Narkoba Buat Biayai Teroris
Selasa, 11 September 2012 | 15:38 WIB
Para pelaku teror akan melakukan apapun untuk mendanai aksi mereka.
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mewaspadai hasil penjualan narkoba digunakan untuk membiayai kegiatan jaringan teroris.
"Itu akan dibahas bagaimana pendanaan terorisme ini, kemungkina ada juga dari hasil penjualan gelap narkotika," kata Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri, Komisaris Jenderal Polisi Sutarman, di Jakarta, hari ini.
Sutarman mengatakan penyalahgunaan hasil penjualan narkoba akan menjadi bahan pembahasan pada pertemuan "Senior Official Meeting on Transnational Crime" (SOMTC) pada tingkat ASEAN di Thailand, akhir September 2012.
Jenderal polisi bintang tiga itu, menyatakan pertemuan SOMTC akan membahas berbagai tindak kejahatan, termasuk menemukan cara untuk mengantisipasi hasil uang penjualan narkoba yang digunakan untuk kegiatan teroris.
"Di samping untuk menemukan langkah strategis, taktis dan teknis dalam rangka penanggulangan tindak pidana penyalahgunaan narkotika ini. Kita juga akan melacak bagaimana larinya para pengedar narkoba yang sudah ditangkap dan uangnya digunakan untuk apa," papar Sutarman.
Mantan Kapolda Metro Jaya itu mengakui memang belum menemukan adanya indikasi jaringan narkoba memanfaatkan uangnya untuk kegiatan terorisme di Indonesia. Namun, lanjut dia, para pelaku teror akan melakukan apapun termasuk mencari dana dengan cara merampok untuk jihad (fai).
Guna mengantisipasi hal tersebut, Mabes Polri harus mewaspadai agar pelaku teror tidak masuk dalam peredaran gelap narkoba yang anggarannya dimanfaatkan untuk kejahatan lainnya.
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mewaspadai hasil penjualan narkoba digunakan untuk membiayai kegiatan jaringan teroris.
"Itu akan dibahas bagaimana pendanaan terorisme ini, kemungkina ada juga dari hasil penjualan gelap narkotika," kata Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri, Komisaris Jenderal Polisi Sutarman, di Jakarta, hari ini.
Sutarman mengatakan penyalahgunaan hasil penjualan narkoba akan menjadi bahan pembahasan pada pertemuan "Senior Official Meeting on Transnational Crime" (SOMTC) pada tingkat ASEAN di Thailand, akhir September 2012.
Jenderal polisi bintang tiga itu, menyatakan pertemuan SOMTC akan membahas berbagai tindak kejahatan, termasuk menemukan cara untuk mengantisipasi hasil uang penjualan narkoba yang digunakan untuk kegiatan teroris.
"Di samping untuk menemukan langkah strategis, taktis dan teknis dalam rangka penanggulangan tindak pidana penyalahgunaan narkotika ini. Kita juga akan melacak bagaimana larinya para pengedar narkoba yang sudah ditangkap dan uangnya digunakan untuk apa," papar Sutarman.
Mantan Kapolda Metro Jaya itu mengakui memang belum menemukan adanya indikasi jaringan narkoba memanfaatkan uangnya untuk kegiatan terorisme di Indonesia. Namun, lanjut dia, para pelaku teror akan melakukan apapun termasuk mencari dana dengan cara merampok untuk jihad (fai).
Guna mengantisipasi hal tersebut, Mabes Polri harus mewaspadai agar pelaku teror tidak masuk dalam peredaran gelap narkoba yang anggarannya dimanfaatkan untuk kejahatan lainnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




