Foke Sempat Protes Sebelum Bacakan Deklarasi Damai

Kamis, 13 September 2012 | 20:57 WIB
LW
B
Calon Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (kiri) bersama pasangannya Nachrowi Ramli (tengah) dan calon Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama disela penandatanganan deklarasi damai pemilu kepala daerah DKI Jakarta putaran kedua di Silang Monas, Jakarta, Kamis (13/9). Deklarasi tersebut dimaksudkan untuk menciptakan kondisi aman dan damai di ibukota, serta mengikis kampanye SARA yang berkembang akhir-akhir ini. FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari/pd/12
Calon Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (kiri) bersama pasangannya Nachrowi Ramli (tengah) dan calon Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama disela penandatanganan deklarasi damai pemilu kepala daerah DKI Jakarta putaran kedua di Silang Monas, Jakarta, Kamis (13/9). Deklarasi tersebut dimaksudkan untuk menciptakan kondisi aman dan damai di ibukota, serta mengikis kampanye SARA yang berkembang akhir-akhir ini. FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari/pd/12 (Antara)
Saat diminta untuk membaca dan menandatangani naskah Deklarasi Damai Pemilu Kada DKI Jakarta oleh MC, tiba-tiba calon petahana Fauzi Bowo (Foke) memotong pernyataan MC dengan menuju mikrophone yang berada di tengah panggung.

Foke protes dan tidak mau menandatangani naskah, karena merasa belum menerima naskah tersebut dan membacanya secara teliti.
 
"Saya minta izin membaca dulu naskah yang akan saya tanda tangani. Karena hingga saat ini saya belum menerima dan membacanya. Karena orang Jakarta tidak terbiasa membeli kucing dalam karung," kata Fauzi yang  disambut teriakan pendukungnya, Kamis (13/9).
 
Permintaan Foke disetujui KPU Provinsi DKI. Kemudian Ketua Pokja  Kampanye KPU Provinsi DKI Suhartono langsung memberikan naskah yang akan  dibacanya. Kemudian, Foke tampak membaca naskah tersebut selama  beberapa menit.

Selama Foke membaca, pesaing pasangan Foke-Nara, calon wakil gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menebarkan senyum kepada media dan kemudian merangkul cawagub Nachrowi Ramli (Nara) yang berdiri dibelakang Foke.
 
Setelah dibaca, akhirnya Suhartono membacakan naskah Deklarasi Damai  Pemilukada DKI Jakarta 2012 yang diikuti oleh Foke-Nara dan Ahok.

Isi  deklarasi damai tersebut adalah cagub dan cawagub DKI Jakarta dengan  semangat persatuan dan persaudaraan, menyatakan siiap terpilih dan siap  tidak terpilih dan siap menciptakan Pemilukada Gubernur dan Wagub DKI  Jakarta Tahun 2012 putaran kedua yang demokratis, aman, tertib, dan damai berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, demi terwujudnya kemajuan dan  kesejahteraan rakyat DKI Jakarta.
 
Selanjutnya, Foke-Nara dan Ahok menandatangani prasasti Deklarasi Damai  Pemilu Kada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI 2012 disaksikan Mendagri  Gamawan Fauzi, Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta  Dahlia Umar dan Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon