SBY Satu-satunya Tamu Resmi Ratu Inggris Tahun Ini
Rabu, 31 Oktober 2012 | 18:10 WIB
"Selain sebagai salah satu negara di dunia yang ekonominya tumbuh paling menakjubkan, Indonesia adalah penjaga gawang perubahan politik yang dihadapi Asia."
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Rabu (31/10) ini mengawali kunjungan kenegaraan ke Inggris selama tiga hari, yang disambut tuan rumah dengan parade kereta kuda kerajaan dan pernak-permniknya untuk mengesankan pemimpin negara yang pelan-pelan bangkit menjadi salah satu kekuatan Asia itu.
Ratu Elizabeth II dijadwalkan secara resmi menerima SBY dan Ibu Negara, Ani Yudhoyono, Rabu sore waktu setempat (sekitar pukul 8 malam WIB, malam ini), setelah SBY yang akan naik salah satu kereta kuda, sempat ikut dalam parade kereta kuda kerajaan itu, parade yang disebut-sebut paling besar yang pernah diadakan di pusat kota London.
Ratu Inggris akan menerima SBY di Istana Buckingham, setelah parade itu sampai di sana.
SBY dan Ibu negara akan dijamu dalam acara makan malam resmi oleh ratu berusia 86 tahun itu.
"Selain sebagai salah satu negara di dunia yang ekonominya paling menakjubkan, Indonesia adalah penjaga gawang perubahan politik yang dihadapi Asia," kata Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague, di hadapan parlemen, Selasa (30/10).
"Kunjungan ini merupakan kesempatan bagi kita untuk memperkuat kemitraan yang sudah terbangun selama dekade terakhir," kata Hague.
Selain dengan Sri Ratu, SBY akan mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris, David Cameron, pada Kamis besok, serta menghadiri pertemuan tingkat tinggi PBB soal strategi mencapai Millennium Development Goals (MDGs).
SBY, satu-satunya presiden di dunia yang pernah terlibat dalam pasukan perdamaian PBB, juga akan memberikan pidato di Kolese Kerajaan untuk Studi Pertahanan (Royal College of Defence Studies).
Pada Kamis malam SBY akan dijamu di Guildhall, sebuah bangunan sejak abad ke-15 yang terletak di distrik bisnis London, dalam sebuah banquet.
Beberapa pernyataan kerjasama perdagangan akan dilaksanakan dalam kunjungan tiga hari ini, dengan Inggris nampaknya ingin membuka akses pada negeri dengan pertumbuhan ekonomi yang cepat dan berpotensi pasar 240 juta orang.
Kunjungan kenegaraan SBY ini adalah bagian dari keinginan Inggris untuk menaikkan kehadiran diplomatiknya di Asia Tenggara, dengan Indonesia yang dianggap Inggris sebagai pemain paling berpengaruh di kawasan itu.
Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim paling besar sedunia, itu juga sekaligus sebagai langkah strategis terhubung dengan dunia Islam.
"Indonesia kurang lebih adalah negara paling penting di ASEAN," kata sumber Kemlu Inggris.
Pemerintah Inggris juga melihat Indonesia sebagai pasar potensial untuk kampus luar negeri bagi universitasnya, serupa yang sudah dilakukan dengan Malaysia dimana beberapa universitas Inggris seperti Nottingham, Southampton, dan Newcastle sudah membuka cabang.
Inggris biasanya menerima dua kali kunjungan kenegaraan setiap tahunnya. Namun tahun 2012 ini kerajaan Inggris hanya menerima kunjungan resmi satu tamu, yaitu SBY, karena sibuk dengan perayaan intan 60 tahun Ratu Elizabeth II bertahta.
Kunjungan kenegaraan resmi sebelumnya dilakukan oleh Presiden Turki, Abdullah Gul, pada November tahun lalu.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Rabu (31/10) ini mengawali kunjungan kenegaraan ke Inggris selama tiga hari, yang disambut tuan rumah dengan parade kereta kuda kerajaan dan pernak-permniknya untuk mengesankan pemimpin negara yang pelan-pelan bangkit menjadi salah satu kekuatan Asia itu.
Ratu Elizabeth II dijadwalkan secara resmi menerima SBY dan Ibu Negara, Ani Yudhoyono, Rabu sore waktu setempat (sekitar pukul 8 malam WIB, malam ini), setelah SBY yang akan naik salah satu kereta kuda, sempat ikut dalam parade kereta kuda kerajaan itu, parade yang disebut-sebut paling besar yang pernah diadakan di pusat kota London.
Ratu Inggris akan menerima SBY di Istana Buckingham, setelah parade itu sampai di sana.
SBY dan Ibu negara akan dijamu dalam acara makan malam resmi oleh ratu berusia 86 tahun itu.
"Selain sebagai salah satu negara di dunia yang ekonominya paling menakjubkan, Indonesia adalah penjaga gawang perubahan politik yang dihadapi Asia," kata Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague, di hadapan parlemen, Selasa (30/10).
"Kunjungan ini merupakan kesempatan bagi kita untuk memperkuat kemitraan yang sudah terbangun selama dekade terakhir," kata Hague.
Selain dengan Sri Ratu, SBY akan mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris, David Cameron, pada Kamis besok, serta menghadiri pertemuan tingkat tinggi PBB soal strategi mencapai Millennium Development Goals (MDGs).
SBY, satu-satunya presiden di dunia yang pernah terlibat dalam pasukan perdamaian PBB, juga akan memberikan pidato di Kolese Kerajaan untuk Studi Pertahanan (Royal College of Defence Studies).
Pada Kamis malam SBY akan dijamu di Guildhall, sebuah bangunan sejak abad ke-15 yang terletak di distrik bisnis London, dalam sebuah banquet.
Beberapa pernyataan kerjasama perdagangan akan dilaksanakan dalam kunjungan tiga hari ini, dengan Inggris nampaknya ingin membuka akses pada negeri dengan pertumbuhan ekonomi yang cepat dan berpotensi pasar 240 juta orang.
Kunjungan kenegaraan SBY ini adalah bagian dari keinginan Inggris untuk menaikkan kehadiran diplomatiknya di Asia Tenggara, dengan Indonesia yang dianggap Inggris sebagai pemain paling berpengaruh di kawasan itu.
Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim paling besar sedunia, itu juga sekaligus sebagai langkah strategis terhubung dengan dunia Islam.
"Indonesia kurang lebih adalah negara paling penting di ASEAN," kata sumber Kemlu Inggris.
Pemerintah Inggris juga melihat Indonesia sebagai pasar potensial untuk kampus luar negeri bagi universitasnya, serupa yang sudah dilakukan dengan Malaysia dimana beberapa universitas Inggris seperti Nottingham, Southampton, dan Newcastle sudah membuka cabang.
Inggris biasanya menerima dua kali kunjungan kenegaraan setiap tahunnya. Namun tahun 2012 ini kerajaan Inggris hanya menerima kunjungan resmi satu tamu, yaitu SBY, karena sibuk dengan perayaan intan 60 tahun Ratu Elizabeth II bertahta.
Kunjungan kenegaraan resmi sebelumnya dilakukan oleh Presiden Turki, Abdullah Gul, pada November tahun lalu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




