Jokowi Batal Nonton Sepultura

Jumat, 9 November 2012 | 16:48 WIB
LN
B
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo saat mengunjungi warga yang tinggal di rumah susun tanah tinggi, Jakarta Pusat. FOTO: Safir Makki / JAKARTA GLOBE
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo saat mengunjungi warga yang tinggal di rumah susun tanah tinggi, Jakarta Pusat. FOTO: Safir Makki / JAKARTA GLOBE
Tidak bisa mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan warga DKI.

Lantaran masih disibukkan oleh kegiatannya mengurusi persoalan warganya, Gubernur DKI Joko Widodo memutuskan tidak menonton konsel Sepultura yang digelar malam ini di Kota Tenggarong, Kalimantan Timur.

“Urusannya masih banyak. Pengennya sih nonton Sepultura, Gun N Roses, atau nonton Metalica yang akan manggung di India. Tapi masalah rakyat masih banyak kayak gini ya mau gimana lagi,” kata Joko Widodo (Jokowi) usai Salat Jumat di Balai Kota DKI, Jakarta, hari ini.

Dia menyatakan tidak bisa mengutamakan kepentingan pribadinya di atas kepentingan rakyat Jakarta yang menunggu perubahan kotanya. Kondisi ini sudah harus diterimanya dan sudah menjadi konsekuensi yang harus dijalaninya sejak menjadi kepala daerah yang menjadi Ibu Kota negara Indonesia.

“Nanti kalau saya nonton, malah dipikirin negatif. Masalah rakyat banyak kok malah nonton. Ya lebih penting menyelesaikan masalah Jakarta, itu prioritas yang nomor satu,” ujarnya.

Hal yang paling mendesak untuk diselesaikan, ungkapnya, adalah revisi Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Penggunaan Anggaran Sementara (KUA dan PPAS) yang akan menjadi bahan acuan revisi Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2013.

“Habis ini saya mau merampungkan KUA dan PPAS. Tiap malam sampai pagi untuk merampungkannya. Saya berharap, minggu depan Raperda APBD DKI sudah bisa dirampungkan. Pokoknya kita lagi kerja cepat untuk perubahan Jakarta,” paparnya.

Selain itu, dia juga sedang menata birokrasi dalam tubuh Pemprov DKI Jakarta. Karena masih banyak jabatan yang kosong yang belum diisi sehingga manajemen organisasi tidak bisa berjalan dengan baik. Namun dia tidak mau membocorkan perubahan birokrasi yang akan dilakukannya.

“Soal pelantikan eselon ya saya tahu. Yang kosong-kosong harus diisilah. Kalau tidak diisi nanti manajemen organisasinya tidak berjalan dengan baik. Tunggu saja ya,” tukasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon