McAfee Berpindah Tiap 4 Jam Hindari Kejaran Polisi

Rabu, 14 November 2012 | 12:03 WIB
DS
B
Penulis: Didit Sidarta | Editor: B1
John McAfee, pendiri software anti virus McAfee.
John McAfee, pendiri software anti virus McAfee. (EPA)
Juru bicara kepolisian Belize, Raphael Martinez, mengatakan McAfee bukanlah "tersangka pembunuhan."

Pioner software anti virus, John McAfee, mengatakan pada Selasa waktu setempat, dia berpindah tempat tiap 4 jam sekali untuk menghindari kejaran kepolisian Belize yang ingin menanyainya soal pembunuhan seorang Amerika Serikat di negara karibia itu.

Kepolisian Belize menyebut hanya ingin menanyai McAfee, 67, soal pembunuhan Gregory Faull, yang ditemukan mati di kolam renang rumahnya oleh pembantunya pada hari Minggu lalu.

McAfee, pendiri software anti virus yang terkenal itu menyatakan pada televisi CNBC kalau dia "dituduh dengan sesuatu yang tidak saya lakukan."

Dia juga menyebut akan terus berpindah-pindah karena takut akan keselamatannya. Juga kawatir polisi akan menangkapnya dan memerasnya.

"Kami mencari McAfee untuk menanyainya," kata juru bicara kepolisian Belize, Raphael Martinez. Menurut Martinez, McAfee bukanlah "tersangka pembunuhan."

Polisi telah menahan 3 orang yang selama ini bekerja di rumah McAfee.

Latar Belakang
Polisi menyerbu mansion McAfee di Ambergris Caye, sebuah pulau di timur laut perairan Belize, minggu malam waktu setempat, untuk menanyai soal pembunuhan Gregory Faull. Tapi McAfee disebut tak ada di tempat.

Kepala Brigade Anti kejahatan terorganisir Belize, Marco Vidal, mengatakan McAfee dicari dengan tuduhan pembunuhan.

Namun McAfee menyatakan pada majalah Wired, kalau sebenarnya dia berada di rumahnya saat penyerbuan itu, dan bersembunyi di bawah pasir dengan kotak kartu nama di atas kepalanya untuk rongga bernafas.

"Sangat sangat tidak nyaman. Tapi mereka akan membunuh saya jika menemukan saya," kata McAfee.

Pasukan Vidal juga pernah menggeledah rumah McAfee beberapa bulan untuk mencari senjata dan narkoba, dan menahannya selama beberapa jam.

McAfee mengklaim dia ditahan saat itu sebab menolak memberi donasi untuk kampanye seorang politisi lokal.

Faull, 52, orang asal Florida, ditemukan meninggal minggu pagi kemarin oleh pembantu di rumahnya.

Di tempat kejadian perkara, penyidik menemukan selongsong peluru 9mm.

"Sesuai dengan luka di leher belakang Faull," kata Jurubicara Kementerian Keamanan Nasional, Rafael Martinez.

Polisi menyatakan tak tanda-tanda pendobrakan, dan bahwa sebuah laptop dan ponsel hilang.

Penduduk kepulauan itu, yang terkenal karena scuba diving, memancing, dan komunitas penghuni asal AS, menyatakan pada situs Gizmodo kalau Faull dan McAfee terakhir terlihat dalam pertengkaran.

Menurut Gizmodo, yang mengutip seorang penduduk yang tak mau disebut namanya, kelakukan McAfee belakangan ini terlihat ganjil, dan dia sudah diasingkan oleh komunitasnya.

McAfee disebut juga sedang mulai memakai narkoba jenis psikoaktif.

Bercerita soal penembakan tetangganya itu, McAfee mengatakan pada Wired dia tak tahu apa-apa soal itu. Pioner software anti virus itu bahkan menduga dirinyalah sebenarnya yang menjadi target pembunuhan itu.

"Saya tak mau bicara pada polisi negeri itu apapun alasannya. Kamu bisa bilang saya paranoid tapi mereka ingin membunuh saya, tak ada keraguan soal itu. Mereka telah mencobanya beberapa bulan terakhir. Mereka ingin membungkam saya. Saya tak disukai oleh Perdana Menteri. Saya adalah ganjalan pada semua pihak disana," kata McAfee pada Wired.

McAfee telah tinggal di Belize, bekas jajahan Inggris, selama 4 tahun terakhir.

Lelaki berusia 67 tahun itu menjadi milyarder setelah menjual perusahaan software anti virusnya pada 1990-an.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon