Urusan BBG Bikin Calon Penumpang Busway Terlantar
Kamis, 29 November 2012 | 12:03 WIB
Loket ditutup, penumpang menumpuk di shelter busway.
Calon penumpang busway koridor 9 jurusan Pinang Ranti-Pluit terpaksa mengantre panjang di depan loket karcis yang ditutup setengah jam. Menurut petugas, ini terjadi akibat masalah bahan bakar.
"Iya biar tidak menumpuk di dalam, jadi kami tutup loket sementara ini," ujar salah satu petugas Transjakarta yang ditemui Beritasatu.com hari ini.
Calon penumpang banyak belum terangkut lantaran armada Transjakarta tak kunjung tiba di shelter Pinang Ranti. Alasan petugas di lokasi, pasokan BBG (Bahan Bakar Gas) di tempat pengisian Pinang Ranti yang minim membuat sejumlah armada Transjakarta koridor 9 harus keluar jalur untuk mengisi BBG di tempat pengisian terdekat.
"Ini masalah BBG, ya biasa," ujar salah satu petugas dengan nada tenang.
Untuk mengurangi kuantitas penumpang di dalam shelter, petugas sudah meminta bantuan tambahan bus dari koridor lain untuk mengangkut calon penumpang dari shelter Pinang Ranti, namun tidak sampai Pluit, melainkan Grogol.
"Ini, ada armada dari jurusan PGC-Grogol [yang] membantu," tambah petugas tadi.
Sepenglihatan Beritasatu.com, sampai saat ini ratusan calon penumpang masih menunggu di shelter. Sebagian besar sambil mengungkapkan kekesalannya.
"Bahan bakar buat transportasi publik kok bisa langka? Aneh saja pasokannya. Bagaimana, nih Jokowi?," keluh Slamet, salah satu calon penumpang yang mengaku menunggu bus Transjakarta lebih dari setengah jam.
Calon penumpang busway koridor 9 jurusan Pinang Ranti-Pluit terpaksa mengantre panjang di depan loket karcis yang ditutup setengah jam. Menurut petugas, ini terjadi akibat masalah bahan bakar.
"Iya biar tidak menumpuk di dalam, jadi kami tutup loket sementara ini," ujar salah satu petugas Transjakarta yang ditemui Beritasatu.com hari ini.
Calon penumpang banyak belum terangkut lantaran armada Transjakarta tak kunjung tiba di shelter Pinang Ranti. Alasan petugas di lokasi, pasokan BBG (Bahan Bakar Gas) di tempat pengisian Pinang Ranti yang minim membuat sejumlah armada Transjakarta koridor 9 harus keluar jalur untuk mengisi BBG di tempat pengisian terdekat.
"Ini masalah BBG, ya biasa," ujar salah satu petugas dengan nada tenang.
Untuk mengurangi kuantitas penumpang di dalam shelter, petugas sudah meminta bantuan tambahan bus dari koridor lain untuk mengangkut calon penumpang dari shelter Pinang Ranti, namun tidak sampai Pluit, melainkan Grogol.
"Ini, ada armada dari jurusan PGC-Grogol [yang] membantu," tambah petugas tadi.
Sepenglihatan Beritasatu.com, sampai saat ini ratusan calon penumpang masih menunggu di shelter. Sebagian besar sambil mengungkapkan kekesalannya.
"Bahan bakar buat transportasi publik kok bisa langka? Aneh saja pasokannya. Bagaimana, nih Jokowi?," keluh Slamet, salah satu calon penumpang yang mengaku menunggu bus Transjakarta lebih dari setengah jam.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




