SBY Diperkirakan Tak Bakal Singgung Soal Ruhut
Sabtu, 15 Desember 2012 | 14:42 WIB
Pencopotan Ruhut merupakan hak penuh Ketua Umum dan Sekretaris Jendral Demokrat.
Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), diperkirakan tidak akan menyinggung soal Ruhut Sitompul.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, Kehadiran Ruhut kemarin sempat menimbulkan ricuh dimana sejumlah Dewan Perwakilan Daerah (DPD) minta partai untuk segera memecatnya.
Menurut Ketua Divisi Komunikasi Publik, Gede Pasek Suardika, pencopotan Ruhut merupakan hak penuh Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum dan Sekretaris Jendral Demokrat, Eddy Baskoro Yudhoyono.
"Beliau (SBY) akan memberikan arahan, pidato Pak SBY nanti akan menjadi vitamin untuk kader, soal capaian-capaian selama ini lalu juga soal strategi pemenangan Pemilu ke depannya," kata Gede Pasek di sela-sela acara Silatnas Demokrat di kawasan Sentul, Bogor, Sabtu (15/12).
Pidato SBY dalam Silatnas kali ini diharapkan menjadi motivasi bagi para kader untuk tetap solid. Gede Pasek menjelaskan kemarin sebenarnya tidak ada pengusiran terhadap Ruhut.
Namun saat Ruhut masuk ke dalam ruangan, ia disoraki untuk keluar. Kemudian ia keluar dari ruangan tersebut.
"Tapi enggak tahu itu mungkin Ruhutnya salah nangkap dia malah langsung beraksi "dadah dadah dan lempar cium jauh"," kata dia lagi.
Atas respon Ruhut yang demikian, emosi sejumlah kader tersulut dan untuk menghindari potensi kekerasan fisik, petugas keamanan mendampinginya keluar ruangan.
Namun, menurut Gede Pasek yang juga menjabat sebagai ketua Komisi III DPR ini, tidak ada keributan berarti dalam silatnas.
"Kalau keriuhan itu kan biasa, konser saja ada keriuhan, penyanyi dangdut juga ada keriuhan, demikian juga politik, keriuhan ini menambah gairah," tutup Pasek.
Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), diperkirakan tidak akan menyinggung soal Ruhut Sitompul.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, Kehadiran Ruhut kemarin sempat menimbulkan ricuh dimana sejumlah Dewan Perwakilan Daerah (DPD) minta partai untuk segera memecatnya.
Menurut Ketua Divisi Komunikasi Publik, Gede Pasek Suardika, pencopotan Ruhut merupakan hak penuh Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum dan Sekretaris Jendral Demokrat, Eddy Baskoro Yudhoyono.
"Beliau (SBY) akan memberikan arahan, pidato Pak SBY nanti akan menjadi vitamin untuk kader, soal capaian-capaian selama ini lalu juga soal strategi pemenangan Pemilu ke depannya," kata Gede Pasek di sela-sela acara Silatnas Demokrat di kawasan Sentul, Bogor, Sabtu (15/12).
Pidato SBY dalam Silatnas kali ini diharapkan menjadi motivasi bagi para kader untuk tetap solid. Gede Pasek menjelaskan kemarin sebenarnya tidak ada pengusiran terhadap Ruhut.
Namun saat Ruhut masuk ke dalam ruangan, ia disoraki untuk keluar. Kemudian ia keluar dari ruangan tersebut.
"Tapi enggak tahu itu mungkin Ruhutnya salah nangkap dia malah langsung beraksi "dadah dadah dan lempar cium jauh"," kata dia lagi.
Atas respon Ruhut yang demikian, emosi sejumlah kader tersulut dan untuk menghindari potensi kekerasan fisik, petugas keamanan mendampinginya keluar ruangan.
Namun, menurut Gede Pasek yang juga menjabat sebagai ketua Komisi III DPR ini, tidak ada keributan berarti dalam silatnas.
"Kalau keriuhan itu kan biasa, konser saja ada keriuhan, penyanyi dangdut juga ada keriuhan, demikian juga politik, keriuhan ini menambah gairah," tutup Pasek.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




