Wagub Kecewa Serapan APBD DKI 2012 Tidak Maksimal
Rabu, 19 Desember 2012 | 00:33 WIB
"Bagi dinas-dinas yang tidak mampu merealisasikan penyerapan anggarannya, maka anggarannya akan dipotong pada APBD tahun berikutnya, yaitu 2014."
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kecewa dengan banyaknya sisa serapan anggaran yang memicu peningkatan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2012.
"Peningkatan ini (SiLPA APBD DKI 2012) disebabkan oleh adanya pembebasan lahan yang lamban, sehingga menjadi penyumbang terbesar dalam peningkatan tersebut," kata Basuki, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (18/12).
Basuki mengungkapkan kenaikan SiLPA tersebut perlu mendapat perhatian serius dan segera ditindaklanjuti. "Kualitas belanja dalam APBD perlu ditingkatkan, sehingga anggaran yang sudah dialokasikan dapat dimanfaatkan untuk menjalankan program-program yang berguna bagi masyarakat," tutur dia.
Selain kualitas belanja dalam APBD, lanjut Basuki, belanja modal dan infrastruktur juga perlu dilakukan efisiensi, khususnya dalam belanja operasional, semisal belanja barang dan belanja perjalanan dinas.
Basuki menuturkan pihaknya akan melakukan pemotongan anggaran yang tidak perlu, sehingga pembelian lahan dilakukan dengan cepat, sekaligus sebagai langkah antisipasi agar SiLPA 2013 tidak mengalami peningkatan.
"Jadi, bagi dinas-dinas yang tidak mampu merealisasikan penyerapan anggarannya, maka anggarannya akan dipotong pada APBD tahun berikutnya, yaitu 2014," tandas Basuki.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Sarwo Handayani mengatakan ada perkiraan SiLPA DKI 2012 mencapai Rp8 triliun.
"Jumlah tersebut (Rp8 triliun) masih berupa perkiraan. Namun, jika benar, berarti penyerapan anggaran hanya mencapai Rp33.5 triliun dari total APBD DKI 2012 sebesar Rp41 triliun, atau hanya sekitar 82 persen," tutur Yani.
Sebagai informasi, jumlah SiLPA APBD DKI pada 2010 mencapai Rp4 triliun, kemudian jumlah SiLPA meningkat hingga Rp6,4 triliun pada APBD DKI 2011.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kecewa dengan banyaknya sisa serapan anggaran yang memicu peningkatan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2012.
"Peningkatan ini (SiLPA APBD DKI 2012) disebabkan oleh adanya pembebasan lahan yang lamban, sehingga menjadi penyumbang terbesar dalam peningkatan tersebut," kata Basuki, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (18/12).
Basuki mengungkapkan kenaikan SiLPA tersebut perlu mendapat perhatian serius dan segera ditindaklanjuti. "Kualitas belanja dalam APBD perlu ditingkatkan, sehingga anggaran yang sudah dialokasikan dapat dimanfaatkan untuk menjalankan program-program yang berguna bagi masyarakat," tutur dia.
Selain kualitas belanja dalam APBD, lanjut Basuki, belanja modal dan infrastruktur juga perlu dilakukan efisiensi, khususnya dalam belanja operasional, semisal belanja barang dan belanja perjalanan dinas.
Basuki menuturkan pihaknya akan melakukan pemotongan anggaran yang tidak perlu, sehingga pembelian lahan dilakukan dengan cepat, sekaligus sebagai langkah antisipasi agar SiLPA 2013 tidak mengalami peningkatan.
"Jadi, bagi dinas-dinas yang tidak mampu merealisasikan penyerapan anggarannya, maka anggarannya akan dipotong pada APBD tahun berikutnya, yaitu 2014," tandas Basuki.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Sarwo Handayani mengatakan ada perkiraan SiLPA DKI 2012 mencapai Rp8 triliun.
"Jumlah tersebut (Rp8 triliun) masih berupa perkiraan. Namun, jika benar, berarti penyerapan anggaran hanya mencapai Rp33.5 triliun dari total APBD DKI 2012 sebesar Rp41 triliun, atau hanya sekitar 82 persen," tutur Yani.
Sebagai informasi, jumlah SiLPA APBD DKI pada 2010 mencapai Rp4 triliun, kemudian jumlah SiLPA meningkat hingga Rp6,4 triliun pada APBD DKI 2011.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




