Oscar Pistorius Bunuh Kekasihnya dengan 4 Tembakan

Selasa, 19 Februari 2013 | 16:02 WIB
F
B
Penulis: Febriamy Hutapea/ | Editor: B1
Oscar Pistorius bersama kekasihnya, Reeva Steenkamp.
Oscar Pistorius bersama kekasihnya, Reeva Steenkamp. (ESPN)

Sang kekasih diduga masih hidup setelah ditembak dan diseret ke lantai bawah oleh Pistorius.

Pretoria - Oscar Pistorius, pemenang medali emas atlet Paralympic atau Olimpiade Tuna Daksa, menangis terisak-isak saat pengadilan Selasa (19/2) pagi waktu setempat menjelaskan bagaimana atlet itu membunuh pacarnya yang berprofesi sebagai model.

Jaksa Gerrie Nel membeberkan aksi Pistorius (26) yang diduga melakukan pembunuhan berencana dan dilakukan tepat pada hari Valentine pekan lalu terhadap kekasihnya, Reeva Steenkamp (29).

"Dia menembak dan membunuh wanita yang tak bersalah," kata Nel dalam persidangan.

Jaksa mengatakan Pistorius melepas empat kali tembakan kepada kekasihnya dan memukulnya tiga kali. Dia memasang penopang kakinya dan berjalan sekitar 7 meter sebelum menembak Steemkamp di kamar mandi rumah mewahnya.

Menurut jaksa, Pistorius sempat mengatakan kepada kakaknya bahwa ia berpikir yang ditembaknya itu adalah pencuri. Namun, Nel mempertanyakan mengapa Pistorius tidak mencari kekasihnya karena di rumah itu hanya ada dua orang.

Sang kekasih diduga masih hidup setelah ditembak dan diseret ke lantai bawah oleh Pistorius. Tongkat kriket yang berdarah diduga sebagai bukti utama kasus tersebut.

"Dia membawa pacarnya ke tangga. Dia harus menjelaskan mengapa ia membawa kekasihnya ke lantai bawah," kata Nel.

Para penyidik sedang berusaha menginvestigasi apakah tongkat kriket itu digunakan untuk memukul Steenkamp atau sebaliknya Steenkamp yang menggunakan tongkat itu untuk membela diri.

Penyidik juga menduga adanya kemungkinan Pistorius menggunakan tongkat kriket itu untuk mendobrak pintu kamar mandi.

Pembunuhan berencana tidak berarti direncanakan berbulan-bulan, berminggu-minggu atau berjam-jam, tapi "Saya mempersiapkan diri saya, saya memiliki senjata, saya siap melepaskan tembakan dan saya berjalan ke sana untuk menembak," kata Jaksa Nel.

Pistorius dikenal dengan "pelari sabit" atau blade runner karena menggunakan dua bilah serat karbon melengkung mirip sabit untuk menyangga kedua kakinya yang telah diamputasi dan dia yang pertama melakukan itu di Olimpiade.

Namun, insiden tragis ini menjadikan reputasi dan kariernya ternodai, serta memaksanya membatalkan sejumlah pertandingan di Australia, Brazil, Amerika, dan Inggris untuk 14 minggu ke depan.

Manajer Pistorius, Peet Van Zyl, mengatakan pembatalan pertandingan terpaksa dilakukan agar Pistorius dapat fokus menjalani persidangan.

Tidak ada kaitan penggunaan zat terlarang dalam tuduhan terhadap Pistorius, dan bukti secara kuat membantah adanya kemungkinan pembunuhan berencama atau pembunuhan murni sekalipun, kata pamannya, Arnold Pistorus.

Pistorius biasanya berlomba dengan bilah serat karbon karena dia terlahir tanpa fibula di kedua kakinya dan bagian di bawah lutut akhirnya diamputasi sebelum ulang tahunnya yang pertama.

Dia mencapai semifinal di Olimpiade London 2012. Sedangkan di Paralympic, dia memenangkan medali perak nomor T44 200m, emas di 4x100m dan emas lagi di T44 400m, sekaligus menciptakan rekor Paralympic.

Pada 2008 dia memenangkan kasus pengadilan melawan Asosiasi Federasi Atletik Internasional (IAAF) untuk memperoleh hak berkompetisi di ajang yang "normal" menggunakan bilah serat karbon itu.

Perusahaan yang mensponsori Pistorius, termasuk Nike Inc dan provider telekomunikasi Inggris BT Group Plc, menghormati komitmen kontrak mereka dengan Pistorius dan membiarkan proses hukum yang menentukan nasib Pistorius.

Namun, sejak kasus itu mencuat, Nike dan produsen kacamata Oakley Incs mulai menjaga jarak dengan pelari itu. Oakley, yang telah identik dengan Pistorius sejak 2009, mengaatkan akan menangguhkan kontraknya dengan Pistorius yang akan diberlakukan secepatnya.

Nike, perusahaan produk olah raga terbesar di dunia, mengatakan perusahaan itu berencana tidak menggunakan Pistorius dalam iklannya di masa mendatang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon