PLN: PLTP Program Percepatan Tahap 2 Tak Sepenuhnya Terealisasi
Rabu, 27 Februari 2013 | 15:06 WIB
Jakarta - Direktur Utama PT PLN Nur Pamudji menyatakan, pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dalam program percepatan tahap kedua tidak sepenuhnya terealisasi.
"Tentang geothermal, saya selalu melaporkan dari target yang tercapai hanya bisa setengahnya. Setengahnya lagi tanda tanya. Saya blak-blakan kalau ngomong ke pemerintah," kata Pamudji di Jakarta, Rabu (27/2).
Pamudji mengungkapkan, kurang optimalnya pembangunan pembangkit itu disebabkan oleh faktor pendanaan lantaran untuk mengembangkan panas bumi membutuhkan biaya sekitar US$ 7 juta untuk satu kali pengeboran.
"Satu 1 kali pengeboran bisa menelan US$7 juta per lubang di sumur. Kedalaman sumur antara 700-1000 meter. Kalau mereka enggak punya modal, ya enggak bisa mengebor," ujarnya lagi.
Tidak hanya masalah dana untuk eksplorasi, menurut Pamudji, biaya lain yang akan dikeluarkan yakni mengenai pembukaan jalan mengingat letak sumber panas bumi berada di daerah pegunungan. Bantuan pembiayaan dapat diajukan ke bank jika investor mendapat kandungan uap dalam bumi.
"Ini untuk hitung bagus kandungan uap dalam bumi. Setelah itu, bisa dapat pembiayaan bank. Kalau pegang konsesi tak punya modal, masukkan saja ke daftar meragukan," jelasnya.
Pamudji kemudian menyebut beberapa perusahaan yang masuk dalam kategori serius dalam mengembangkan pembangkit listrik geothermal antara lain PLN, Pertamina, Chevron, Star Energy, Supreme Energy, dan Medco.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




