Banjir Konawe Utara Rendam Jalan Trans Sulawesi, Sopir: Saya Antre 3 Hari Belum Bisa Jalan
Minggu, 12 Mei 2024 | 20:32 WIB
Kendari, Beritasatu.com - Banjir yang menerjang Kabupaten Konawe Utara membuat jalan Trans Sulawesi, yang menghubungkan Provinsi Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Sulawesi Utara tersebut tersendat.
Ilmin salah satu sopir yang selalu menggunakan akses jalan Trans Sulawesi menuju Morowali Sulawesi Tengah mengaku sudah 3 hari mengantre. Namun hingga saat ini belum mendapat giliran menggunakan jasa rakit milik masyarakat sekitar.
"Saya akan tetap mengantre sampai dapat giliran menyeberangi banjir. Namun, saya tidak kesepian karena banyak sopir lain yang juga mengantre untuk mendapatkan giliran," katanya di Konawe Utara Minggu (12/5/2024).
Ilman berharap, banjir bandang luapan Sungai Lalindu yang menutup akses jalan Trans Sulawesi segera surut sehingga akses jalannya kembali normal.
Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), Muh Aidin, mengatakan banjir membuat jalan Trans Sulawesi terendam. Akibatnya, ratusan kendaraan mengantre.
Akses jalan di daerah tersebut masih belum normal dilintasi sehingga membuat antrean kendaraan mencapai tiga kilometer lebih.
"Akses jalan di Desa Sambandete sejak tanggal 3-12 Mei 2024 belum dapat dilalui," katanya di Konut, Minggu (12/5/2024).
Aidin menjelaskan BPBD akan terus memantau jalan Trans Sulawesi itu selama 24 jam hingga jalan tersebut kembali normal dilalui tanpa mengandalkan jasa rakit milik warga.
Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengungkapkan, sebanyak 923 kepala keluarga (KK) dan 3.121 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.
"Berdasarkan data yang diterima BNPB sebanyak 923 KK atau 3.121 warga terdampak (banjir Konawe Utara)," katanya di Jakarta, Sabtu (11/5/2024).
Abdul menyampaikan banjir yang melanda Kabupaten Konawe Utara sejak Jumat (3/5/2024) masih berdampak di tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Langgikima, Landawe, Wiwirano, Oheo, Asera, Andowia, dan Kecamatan Molawe.
"Sebagian warga mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat terdekat," ucapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




