Trenggalek Masuk 10 Besar Pemerintahan Kabupaten dengan Indeks SPBE Tertinggi
Senin, 27 Mei 2024 | 17:16 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur menjadi salah satu instansi yang menerima Digital Government Award (DGA) dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kabupaten Trenggalek dinilai sebagai salah satu instansi pemerintah yang berhasil mencapai nilai pemantauan dan evaluasi SPBE terbaik.
Jokowi memberikan Digital Government Award kepada 65 instansi pusat dan pemerintah daerah dalam enam kategori penghargaan, berdasarkan tingkat kematangan instansi pemerintah untuk penerapan SPBE.
Apresiasi itu diberikan dalam acara pembukaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Summit 2024 dan Peluncuran Government Technology (GovTech) Indonesia di Istana Negara, pada Senin (27/5/2024).
"Jadi, kita masuk di 10 besar pemerintah Kabupaten dengan peningkatan SPBE tertinggi. Kalau di tingkat Kabupaten yang paling tinggi itu Kabupaten Banyuwangi, Trenggalek masuk di 10 besar di tingkat Kabupaten," kata Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin di Istana Negara, Senin (27/5/2024).
Arifin mengatakan Trenggalek telah meningkatkan kafe pelayanan publik menjadi mal pelayanan publik digital. Sistem tersebut mempermudah warga Trenggalek untuk mengakses layanan pemerintah dalam satu sentuhan.
Arifin meyakini, pelayanan publik harusnya bergantung pada kepuasan publik atau citizens satisfaction, Sehingga sistem pelayanan publik di Trenggalek saat ini diawasi dan dinilai oleh publik.
"Tadi Pak Presiden menekankan bahwa puncak daripada birokrasi itu sebenarnya pelayanan kepada kepada publik. Maka ukurannya harusnya citizens satisfaction. Makanya, di Trenggalek pun untuk para ASN itu kita kasih 360 review. User bisa memberi rating. Jadi kalau di Trenggalek, kamu bisa cari nama instansinya apa, kasih rating. Kalau rating empat berarti nanti TPP (tambahan penghasilan pegawai) kita kasih full. Kalau di bawah empat (rating) ya sesuai proporsinya. Jadi ada yang terima TPP separuh," jelas Arifin.
Dengan diawasi oleh publik, lanjut Arifin, para aparatur sipil negara (ASN) di Trenggalek, diharapkan dapat memaksimalkan layanan kepada masyarakat.
"Jadi mereka nanti diawasi oleh civil Society, oleh masyarakat sipil, kalau enggak ngasih treatment yang bagus ya dapat dapat nilai yang jelek dari masyarakat. Nah itu manfaat teknologi untuk memastikan bahwa rule of the game daripada pelayanan birokrasi itu sekarang enggak main-main. Jadi mereka sekarang enggak bisa malas-malasan, apalagi sekarang juga ada media sosial itu," sambung Arifin.
Salah satu dampak positif dari sistem dengan penilaian oleh publik ini, Arifin menyebut RSUD dr Soedomo kini telah jauh meningkatkan pelayanan hingga mendapat rating 4,3 dari 5. Sebelumnya, kata Arifin, RSUD dr Soedomo kerap mendapat rating hanya 1,2 hingga 1,3 saja.
"Jadi itu langkah upaya kita untuk kemudian melakukan layanan transformasi digital kepada publik yang berbasis citizen satisfaction, kepuasan masyarakat, dan kebahagiaan masyarakat," pungkas Arifin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




