Alasan BMKG Belum Cabut Status Tsunami di Indonesia Timur
Rabu, 30 Juli 2025 | 21:15 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan alasannya terkait belum dicabutnya status tsunami di Indonesia Timur, setelah terjadi gempa magnitudo 8,7 di Rusia.
"Inilah mengapa kami dari BMKG belum mengakhiri warning tsunami akibat gempa Kamchatka M8,7," jelas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dikutip dari akun X (dahulu Twitter) miliknya, Rabu (30/5/2027).
Ia mengatakan, perubahan yang terjadi pada gelombang tsunami yang tidak pernah pasti membuatnya belum mencabut status tersebut.
"Perlu diketahui bahwa terkadang osilasi nonlinear tsunami pada fase terakhir juga bisa membuat osilasi baru dan amplifikasi tinggi gelombang," tuturnya.
Daryono menyebut, tingginya magnitudo yang terjadi di Rusia bisa membawa dampak bagi wilayah yang terkena imbasnya.
"Osilasi gelombang tsunami di fase akhir itu bisa membikin kenaikan signifikan yang tidak bisa terdeteksi," tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




