ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jelang Lebaran, Asetku Bagikan Bansos untuk Panti Sosial

Minggu, 9 Mei 2021 | 19:28 WIB
CF
IC
Penulis: Chairul Fikri | Editor: CAH
Asetku bergerak memberikan bantuan untuk panti di sekitar Jakarta.
Asetku bergerak memberikan bantuan untuk panti di sekitar Jakarta. (istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Tak hanya sektor industri, organisasi nirlaba seperti panti jompo, panti asuhan, panti sosial remaja dan disabilitas juga merasakan dampak dari pandemi covid-19. Menyadari hal ini, Fintech Peer to Peer Lending (P2P) Asetku bergerak memberikan bantuan untuk panti di sekitar Jakarta.

Bantuan berupa kebutuhan pokok itu diharapkan akan bisa membantu penghuni panti sosial yang terdampak akibat pandemi ini. 

"Panti jompo dan panti sosial lainnya juga pasti merasakan dampak dari pandemi ini. Terlebih lagi mereka harus memikirkan ribuan nyawa warga binaan sosial yang tentu tidak mudah di tengah kondisi ini. Karena itu bantuan ini menjadi bentuk kepedulian kami kepada panti sosial dan semoga dapat menggerakkan masyarakat dan instansi lain untuk ikut membantu," ujar Direktur Asetku, Andrisyah Tauladan dalam keterangan persnya, Minggu (9/5/2021).

Selama Asetku telah membagikan paket kebersihan yang berisikan hand sanitizer, disinfektan, 3.500 pcs sarung tangan, 26.250 pcs masker medis, 42.000 tisu wajah, 375 sachet bubur bayi, keperluan mencuci dan mandi, serta bantuan dana tunai sebesar Rp 52 juta.

ADVERTISEMENT

"Dana tunai tersebut nantinya akan digunakan untuk perbaikan fasilitas panti seperti teralis tangga, renovasi lapangan, perbaikan pintu kamar dan juga untuk pembelian obat-obatan serta keperluan warga binaan lainnya. Selain itu peralatan untuk menunjang berlangsungnya aktivitas panti juga telah diberikan seperti 4 pcs air conditioner, 5 pcs laptop, 2 pcs kipas angin, serta 1 gerobak sampah," lanjut Andrisyah.

Bantuan dari Asetku diapresiasi Panti Sosial Bina Remaha Taruna Jaya, sebagai salah satu penerima. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya, Rita Winarti menyatakan bahwa semenjak pandemi ini, pemerintah mengurangi kebutuhan para warga binaan yang ada di panti sosial. 

Padahal warga binaan di beberapa panti makin bertambah sejak pandemi ini. Namun begitu, dirinya bersyukur pihak swasta seperti Asetku berupaya menutup beberapa bantuan kebutuhan yang dihentikan oleh pemerintah di masa pandemi.

"Selama pandemi warga binaan semakin bertambah. Selama kapasitas panti masih ada kita tidak bisa nolak. Jadi selain dana dari pemerintah, kami juga saling gotong royong untuk keperluan panti dan adanya bantuan dari masyarakat memang sangat diperlukan. Karenanya kami merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan ini,"" ujar Rita. 



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon