Rokhmin Dahuri Beberkan Kronologi Pemberian Gelar Profesor Kehormatan dari Unhan untuk Mega
Rabu, 9 Juni 2021 | 16:19 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) Rokhmin Dahuri membuka kronologi cerita Universitas Pertahanan (Unhan) RI hendak memberikan gelar profesor kehormatan kepada Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri.
Pemegang gelar profesor kehormatan dari Mokpo National University Korea Selatan itu menjelaskan semua berawal pada November tahun lalu. Saat itu, beberapa guru besar, semuanya tentu bergelar profesor, berkumpul. Ada dari Unhan, dari Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Negeri Padang.
Semuanya lalu datang menemui Rokhmin dan Hasto Kristiyanto, Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) di Jakarta. Para Guru Besar itu menyampaikan gagasan dan usulan agar Unhan menganugerahkan Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) kepada Megawati.
"Saat itu disampaikan tiga alasan," kata Rokhmin, yang juga Ketua DPP PDIP itu, dalam keterangannya, Rabu (9/6/2021).
Apa saja alasannya? Pertama, Megawati dianggap memiliki dan menguasai tacid knowledge tentang ilmu pertahanan, khususnya bidang kepemimpinan strategis. Para guru besar itu menilai kualitas itu sudah diaplikasikan dalam berbagai peran publik. Yakni saat Megawati menjabat tiga periode anggota DPR dari tahun 1984-1999. Lalu saat menjabat wakil presiden dari 1999 hingga 2001, dan saat menjadi presiden di 2001 hingga 2004.
"Plus saat menjadi ketua umum PDI Perjuangan sejak 1999 hingga saat ini. Tacit knowledge ini bila diajarkan dan dibukukan bisa menjadi explicit or empirical knowledge yang sangat berguna bagi peradaban manusia. Begitu pemikiran para guru besar," ujar Rokhmin.
Alasan kedua, Wakil Ketua Dewan Pakar ICMI Pusat itu mengatakan Megawati dinilai telah memenuhi semua persyaratan akademis maupun administratif untuk diangkat sebagai profesor kehormatan di Unhan.
Dan sudah dicek, semua sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 40 Tahun 2002 tentang Pengangkatan Profesor Kehormatan/Guru Besar Tidak Tetap pada Perguruan Tinggi. Sejalan juga dengan pasal 2 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 88 Tahun 2003 tentang Pengangkatan Dosen Tidak Tetap dalam Jabatan Akademik pada Perguruan Tinggi Negeri.
Alasan ketiga, penganugerahan profesor kehormatan ini diharapkan menjadi contoh teladan alias a role model. Para guru besar menilai kiprah Megawati dapat menjadi motivasi bagi generasi muda penerus bangsa untuk senantiasa berprestasi.
"Sehingga generasi muda menyumbangkan kemampuan terbaiknya bagi kemajuan, kesejahteraan dan kedaulatan bangsa. Tak ada yang salah dengan niatan itu bukan?" kata Rokhmin.
Berangkat dari situ, Hasto dan dirinya lalu menemui Megawati untuk menyampaikan aspirasi para guru besar itu. Megawati lalu merespons dengan sebuah apresiasi, sekaligus penugasan.
"Ibu Megawati meminta kepada kami berdua untuk mengecek dan mengevaluasi secara serius dengan Rektor dan Senat Guru Besar Unhan tentang legitimasi penganugerahan profesor kehormatan kepada beliau. Jangan sampai ada motif untuk ’cari muka’. Demikian Ibu Megawati menugaskan Pak Hasto dan saya," kata Rokhmin.
Rokhmin mengaku Hasto dan dirinya bekerja sangat keras untuk mengerjakan penugasan dari putri Proklamator RI Bung Karno itu. Dan setelah berhasil membuktikan gagasan guru besar serta niatan Unhan adalah benar, maka Megawati menyampaikan kesediaan.
Rokhmin melanjutkan, setelah itu, politikus PDIP yang juga Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah ikut terlibat. Bersama Hasto dan Basarah, Rokhmin mengajak rektor Unhan dan tim senat guru besar kampus milik pemerintah itu bekerja. Memproses satu demi satu persyaratan. Tujuannya, demi memastikan terpenuhinya semua persyaratan penganugerahan profesor kehormatan kepada Megawati.
"Dan di tengah perjalanan proses tersebut, sejumlah profesor malah memberikan endorsement untuk Ibu Megawati," kata Rokhmin.
"Kami pastikan publikasi ilmiah Ibu Mega terkait kepemimpinan strategis telah terbit di jurnal ilmiah nasional maupun jurnal ilmiah internasional," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




