ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ini Pandangan Gerindra tentang Rencana PPN Sembako

Minggu, 13 Juni 2021 | 15:44 WIB
YD
YD
Penulis: Yudo Dahono | Editor: YUD
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani.
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani. (Handout)

Jakarta, Beritasatu.com - Terkait rencana pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ketua Fraksi Partai GerindraDPR RI Ahmad Muzani mengatakan bahwa pihaknya memahami bahwa saat ini beban keuangan negara semakin berat. Gerindra menyadari bahwa penerimaan negara mengalami defisit, termasuk penerimaan pajak pun tidak bisa mencapai target yang ditetapkan.

Namun, menurut Muzani, sebaiknya pemerintah berpikir ulang untuk mengenakan pajak terhadap barang-barang kebutuhan pokok rakyat. Termasuk rencana penerapan pajak terhadap jasa pelayanan kesehatan, pendidikan, dan beberapa sembako. Karena hal itu justru semakin membuat rakyat susah.

"Kami sangat mengerti situasi keuangan negara yang sedang berat, apalagi dalam situasi seperti pandemi sekarang ini yang menyebabkan target pajak tidak tercapai, sehingga penerimaan negara defisit," kata Muzani dalam keterangannya, Minggu (13/6/2021).

Seperti diketahui pemerintah berencana mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap barang-barang kebutuhan pokok. Termasuk penyedia atau pelayanan kesehatan dan pendidikan yang juga akan dikenakan PPN. Rencana pengenaan pajak itu tertuang dalam draf revisi Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) yang beredar di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Tapi kalau jalan keluarmya adalah memajaki barang-barang kebutuhan pokok rakyat dan kegiatan-kegiatan riil masyarakat, seperti beras, gula, garam, ikan, daging, sayur mayur dan juga pelayanan kesehatan dan pendidikan itu justru semakin membebani rakyat. Sehingga upaya untuk meningkatkan penerimaan pajak tidak berbanding lurus dengan upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat," tambah Muzani.

Oleh karena itu, Muzani menyarankan agar pemerintah sebaiknya menerapkan objek pajak baru terhadap kegiatan-kegiatan atau barang-barang yang bukan menjadi prioritas kebutuhan rakyat. Misalnya, kata dia, menerapkan objek pajak terhadap aktivitas pertambangan, perkebunan, dan korporasi lainnya.

"Terhadap upaya untuk meringankan beban keuangan negara dan juga meningkatkan penerimaan pajak secara signifikan, Gerindra menyarankan penerapan objek pajak baru itu lebih baik diterapkan kepada barang-barang atau jasa dari hasil aktivitas atau kegiatan pertambangan dan perkebunan, termasuk kegiatan korporasi lainnya," jelas Muzani.

Kemudian, Muzani juga mengingatkan agar pemerintah harus melakukan evaluasi terhadap setiap pembiayaan kebutuhan negara agar tidak terjadi pemborosan. Selain itu, menutup kemungkinan adanya kebocoran anggaran negara di setiap pembiayaannya.

"Kemudian, terhadap beban keuangan yang semakin berat, Gerindra menyarankan agar pemerintah memperketat pembiayaan-pembiayaan yang dianggap pemborosan, termasuk menutup kemumgkinan kebocoran anggaran, dan memangkas biaya-biaya yang dianggap tidak perlu," tutup Muzani.

Sebelumnya, pemerintah berencana akan mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap kebutuhan pokok dan juga jasa pelayanan fasilitas pendidikan dan kesehatan

Hal tersebut tertuang dalam revisi draft Rancangan Undang-Undang (RUU) Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP). Barang kebutuhan pokok yang akan dikenakan pajak antara lain, beras dan gabah, jagung, sagu, kedelai, garam konsumsi, daging, telur, susu, buah-buahan, sayur-sayuran, ubi-ubian, bumbu-bumbuan, dan gula konsumsi.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Wacana Fusi Gerindra dan Nasdem Dinilai Pragmatis

Wacana Fusi Gerindra dan Nasdem Dinilai Pragmatis

NASIONAL
Ambang Batas Parlemen Digugat ke MK, Gerindra Pilih Wait and See

Ambang Batas Parlemen Digugat ke MK, Gerindra Pilih Wait and See

NASIONAL
Isu Politik-Hukum: Prabowo 2 Periode Menguat hingga Duet dengan Zulhas

Isu Politik-Hukum: Prabowo 2 Periode Menguat hingga Duet dengan Zulhas

NASIONAL
Dasco Ungkap Petinggi PDIP Ucapkan Selamat HUT Ke-18 Gerindra

Dasco Ungkap Petinggi PDIP Ucapkan Selamat HUT Ke-18 Gerindra

NASIONAL
Sugiono: Saya Minta Seluruh Kader Bersihkan Semua Atribut HUT Gerindra

Sugiono: Saya Minta Seluruh Kader Bersihkan Semua Atribut HUT Gerindra

NASIONAL
Dasco: Gerindra Masih Simulasi Perubahan Ambang Batas Parlemen

Dasco: Gerindra Masih Simulasi Perubahan Ambang Batas Parlemen

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon